August 17, 2008...1:51 pm

Tinny Maria Awuy: Barack Obama Akan Disakiti

Jump to Comments

Zaman sekarang, bukan hal yang gampang menerbitkan buku berisi peringatan terhadap praktik-praktik beragama yang dinilai melenceng. Terlebih bila oleh penulisnya isi buku tersebut diyakini dan diklaim berasal langsung dari Tuhan. Respon dalam bentuk sikap skeptis atau bahkan penentangan, akan mudah sekali muncul dari khalayak yang terimbas oleh isi buku semacam itu.

Tetapi, itulah yang dilakukan oleh Tinny Maria Awuy, gadis biasa dari Sulawesi Utara, yang awal September 2008 ini meluncurkan buku kristiani berjudul Namaku Nafiri: Lihatlah Anak Domba Allah! (Fivestar, 2008). Buku yang terbagi dalam 7 bagian dan sekitar 60 bab tersebut berisi kesaksian-kesaksian penulisnya ketika mendapatkan penglihatan dan nubuatan-nubuatan tentang kehidupan gereja serta berbagai bencana yang akan terjadi, berikut apa maksud Tuhan memberikan pertanda seperti itu.

Sejumlah penglihatan atau nubuatan yang diterima Tinny sejak tahun 2006 telah terjadi atau tergenapi. Di antaranya adalah bencana banjir berturut-turut di Manado, gempa bumi di Yogyakarta, gempa bumi di China serta badai topan Nagris di Myanmar baru-baru ini. Khusus Yogyakarta dan sekitarnya, bahkan masih terancam oleh bencana sinkhole dan tanah amblas, yang bisa melenyapkan kota tersebut dari peta bumi. ”Tuhan banyak berbicara dan banyak memperingatkan melalui bencana-bencana,” jelas Tinny.

Penglihatan lain yang cukup penting adalah soal akan terjadinya bahaya kelaparan besar-besaran serta perang besar di bumi. Lalu, juga perang yang tampaknya akan segera melanda Amerika Serikat. Tapi, yang tak kalah penting adalah penglihatan Tinny pada 16 Februari 2008 lalu tentang tokoh dari Partai Demokrat Barack Obama, yang dilihatnya bakal menjadi pemimpin Amerika. Tinny tidak secara eksplisit menyatakan Obama akan menjadi presiden berikutnya, tapi ia memastikan Obama akan menjadi pemimpin Amerika. Dan satu hal penting lainnya, ia juga melihat nantinya Obama akan disakiti dan diasingkan karena peperangan.

“Saya melihat lelaki itu sudah kehilangan kedua tangannya,” tulis Tinny dalam bukunya. Ia menyatakan rasa empatinya yang mendalam sekaligus berharap kelak Obama tidak kehilangan pengharapan karena tragedi tersebut. “Sebab, Yesus mengasihi Obama,” tambah Tinny. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari Bornrich Consulting dengan Tinny pada 5 Agustus 2008 lalu di sebuah mal di Jakarta Barat, dan disambung dengan wawancara per telepon tanggal 17 Agustus 2008.

Apa latar belakang Anda menulis buku ini?

Penulisan buku ini diawali dari pertemuan dengan seorang Imam di Paroki setempat. Pada waktu itu, saya mendapat dorongan yang sangat kuat untuk berbicara mengenai hal-hal spiritual dengan Imam tersebut. Ketika menceritakan hal-hal yang pernah saya alami bersama Tuhan, Imam tersebut mengatakan bahwa karena ceritanya banyak, bagaimana kalau Tinny tulis dalam beberapa lembar, terus nanti diserahkan ke dia untuk dia baca. Beberapa hari sesudahnya saya kembali lagi menyerahkan tulisan itu. Dan, sesudah dibaca ternyata ada satu nubuat yang saya tulis di situ, yang kemudian sekitar beberapa hari sesudahnya terjadi di Sulawesi Utara. Kemudian timbul ide membuat buku kecil yang dijual untuk membantu korban bencana alam saat itu. Tapi tidak jadi dibuat. Ketika nubuat-nubuat itu semakin banyak, saya bertemu seorang Imam Msc. Dia mengatakan, “Tinny, memang sebaiknya hal-hal seperti itu ditulis dan dibukukan.” Jadi, satu tahun lewat, kemudian saya mendengar Tuhan mengatakan kepada saya bahwa tulisan-tulisan itu akan menjadi suatu kesaksian untuk memuliakan Nama Tuhan. Melalui tulisan-tulisan itu akan ada begitu banyak orang yang kemudian mengenal Tuhan.

Zaman sekarang kan nggak gampang memberikan kesaksian tentang hal-hal yang sifatnya doktriner, atau bahkan mungkin berbeda dengan praktik di gereja atau di masyarakat? Ada perasaan takut nanti akan ada penentangan, sanggahan, orang tidak percaya, atau mungkin bahkan ada yang menghujat Anda?

Bagian awal buku itu tidak terlalu menekankan pada hal-hal yang menyangkut nubuatan atau doktrin. Tetapi lebih bagaimana saya mengalami Tuhan dalam keluarga dan dalam pekerjaan. Tetapi, saya tidak bisa menolak ketika Tuhan pun meminta saya untuk menuliskan hal-hal yang bersifat nubuat dan juga hal-hal yang mengkritisi keadaan yang terjadi sekarang ini. Praktik-praktik, teristimewa hal-hal yang berbau okultisme, penyembuhan-penyembuhan alternatif, yang menurut Tuhan itu merupakan sesuatu yang bukan berasal dari Dia.

Sebenarnya, sumber tulisan Anda dari mana?

Sumber tulisannya dari yang di Atas sana. Karena, apa pun yang saya alami, baik itu sesuatu yang kelihatan maupun hal-hal yang tak kelihatan, itu selalu merupakan kesatuan antara saya dengan Tuhan. Jadi, tidak ada yang saya hanya saya sendiri atau hanya Tuhan. Jadi, bisa dikatakan saya ini adalah alat Tuhan. Tanpa Tuhan pun saya tidak bisa melakukan ini. Dan, karya ini merupakan satu kesatuan, dan sumbernya adalah Tuhan sendiri.

Tertulis di buku, Anda bisa membedakan itu suara dari Allah Bapa, suara Yesus Kristus, atau Roh Kudus. Bagaimana bisa punya kemampuan seperti itu?

Mungkin karena saya jauh dari kesucian, sehingga Tuhan perlu datang pada saya dengan cara seperti itu. Jadi, kalau mendengar suara Tuhan itu memang sudah terjadi dari saya masih SD, dan itu proses ya… Sampai akhirnya saya bisa membedakan apakah itu Bapa, atau apakah itu Yesus, ataukah itu Roh Kudus. Karena, jenis suara-Nya berbeda. Apalagi kalau berbicara tentang Roh Kudus. Ketika mendengar suara Roh Kudus itu seperti suatu program di-install ke komputer. Jadi, itu tanpa berpikir atau apa ya, suara itu datang begitu saja… Dan, kadang-kadang bukan berbentuk suara, tapi suatu pengertian itu langsung ter-install, begitu… seperti itu.

Sesuatu yang bersumber dari Tuhan itu bisa dibilang nubuatan, wahyu, bahkan mungkin ada yang memercayai sebagai firman Tuhan. Menurut Anda, mandat yang Anda dapat dari sumber yang di Atas itu apa disebutnya?

Menurut bahasa saya, itu lebih bagaimana saya mengalami Tuhan. Bagaimana bahwa saya menyadari Tuhan ada dalam saya, dan saya ada di dalam Dia.

Sebenarnya, orang yang mengalami penglihatan, mendapatkan bisikan, suara-suara yang diklaim dari Tuhan, itu banyak sekali. Beberapa agama pun menyatakan hal yang sama. Bagaimana Anda bisa yakin, apa yang Anda lihat dan dengar itu bersumber dari yang di Atas?

Pertanyaan ini—pertanyaan yang memang paling banyak ditujukan kepada saya. Dan, saya tidak bisa menggambarkan hal ini lebih daripada penggambaran saya tentang bagaimana iman Maria, Bunda Yesus. Jadi, sama saja dengan mengatakan kepada Bunda Maria ketika pertama kali dia disapa oleh malaikat. Bagaimana dia bisa tahu bahwa itu benar-benar dari Tuhan? Jadi itu menurut saya, adalah sesuatu yang memang sangat pribadi. Ketika Tuhan menyapa, jiwa itu akan mengenal bahwa itulah Tuhan-nya.

Banyak kasus, orang atau bahkan pemimpin umat yang mengklaim mendapatkan penglihatan, wahyu, atau petunjuk dari yang di Atas, kemudian membentuk kelompok dan melakukan ritual, dan itu dinilai menyimpang. Bagaimana Anda menjelaskan bahwa Anda berbeda?

Ya, kalau dari saya sendiri, saya tidak akan menghakimi orang-orang seperti itu. Tapi, bagaimana saya berbeda dari mereka adalah, karena apa yang saya lakukan, atau apa pun yang saya terima dan saya dengar, saya selalu menguji itu dengan perbandingan melalui Alkitab, melalui ajaran Gereja Katolik, dan tentu saja dengan melihat dari buah-buah yang dihasilkan dari Roh yang berbicara kepada saya.

Susah ya meyakinkan masyarakat zaman sekarang, bahwa itu suara dari Atas?

Ya, dan memang Tuhan mengajarkan kepada saya, bahwa tugas saya itu hanyalah menyampaikan. Mengenai masyarakat yakin atau tidak, itu adalah tugas Tuhan sendiri.

Terbayang nantinya pemimpin Katolik atau pemimpin Kristen, dari aliran-aliran yang sedemikian banyaknya itu, yang mungkin sangat tidak setuju atau sangat menentang isi buku Anda?

Ya, kalau logika kita berbicara, pasti ada begitu banyak skenario bayangan-bayangan tentang apa yang kemungkinan terjadi. Sehingga, saya tidak mau terlalu memikirkan hal itu.

Kalau dilukiskan dalam satu kalimat, isi buku Anda itu apa?

Mengenal ALLAH secara sederhana.

Maksud buku ini ke arah mana?

Membawa setiap orang yang mau menerima, untuk melihat kehadiran ALLAH di dalam diri sendiri dan di dalam diri sesama, apa pun agama atau kepercayaan sesama kita itu. Karena ALLAH hadir dan Dia melukiskan jejak-jejak-Nya itu dalam segala hal.

Anda katakan Tuhan di dalam diri Anda, sehingga tergambar tidak ada batasan antara Anda dengan Tuhan. Penjelasannya?

Oh ya, itu karena saya seorang Katolik, saya mengimani bahwa Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh hadir dalam sakramen ekaristi, hosti itu ya. Kalau di denominasi lain mereka bilang perjamuan kudus. Jadi, setiap kali misa kemudian menerima Yesus, maka itu secara harafiah Yesus masuk di dalam saya. Pengertian lainnya berdasarkan hal-hal yang saya alami, banyak hal yang membuat kita hilang damai sejahtera. Tapi, dengan mengalami Yesus kita berarti belajar untuk rendah hati. Sehingga, kita bisa lebih tenang, lebih damai, dan itu bukan karena saya sendiri, tetapi karena Yesus.

Jadi, bukan berarti Anda ada kesetaraan dengan Tuhan, ya?

Oh… tidak, tidak bisa seperti itu. Tetapi lebih bagaimana soal Tuhan menguasai saya, saya ada di dalam Tuhan, saya mengalami Tuhan. Karena dekat dengan Tuhan berarti saya ini milik Tuhan.

Banyak sekali gambaran tentang musibah dan bencana. Mengapa Tuhan banyak sekali menggunakan bahasa bencana untuk sekadar mengingatkan manusia?

Ya, memang. Tuhan banyak berbicara dan banyak memperingatkan melalui bencana-bencana. Hal-hal seperti itu terjadi dan akan terjadi, namun Tuhan mau menyelamatkan kita. Karena itu, Dia memberitahukan sebelum hal itu terjadi, dan mengingatkan orang-orang bahwa jangan menunggu hari bencana (penegasan ini diberikan belakangan oleh Tinny setelah mendapat petunjuk langsung dari Tuhan-red). Sebelum hari bencana itu datang, datanglah dan berlindunglah kepada Tuhan. Karena barang siapa yang datang pada Tuhan, bencana apa pun yang akan datang menimpa, orang itu akan tetap berada dalam keadaan rahmat, dalam keadaan damai, karena Tuhan menyertai dia.

Saya selalu ngeri dengan bahasa bencana. Sepertinya, ada yang kontradiktif ketika Tuhan menegaskan inti ajaran kasih, tetapi Tuhan di buku ini lebih suka menggunakan bahasa bencana, bukan bahasa kasih. Bagi orang awam, kadang-kadang ini sangat berlawanan?

Sekarang ini orang-orang seperti sudah tidak menganggap Tuhan itu ada. Sekalipun menganggap Tuhan ada, mereka pikir kehidupan mereka bukan diatur oleh Tuhan, tetapi diatur oleh diri mereka sendiri. Mereka itu biasanya terbuka matanya kalau sudah menerima bencana. Itu dari sisi manusianya. Dilihat dari sisi bumi, bumi semakin lama semakin tua, dengan isu-isu global warming dan segala macam bencananya. Jadi, meskipun Tuhan tidak mengatakan tentang hal itu, itu pun sudah diramalkan oleh ahli-ahli geologi. Cuma, dengan segala kemurahan Hati-Nya, Tuhan yang adalah ALLAH yang penuh kasih, ya Dia mau menyelamatkan. Dan, buku ini adalah suatu tawaran. Tinggal sekarang orang yang mau mendengar dan kemudian mau menerima, berarti orang-orang itu memberi diri untuk diselamatkan.

Di buku Anda tertulis nubuatan Tuhan yang sudah terjadi, seperti bencana di Sulawesi Utara, di Cina, gunung-gunung yang meletus, dan tertera akan ada bencana lagi yang menimpa Yogyakarta setelah kemarin itu gempa bumi dan hujan batu. Bagaimana supaya bisa menghindar?

Kalau mengenai Yogyakarta itu memang ada dua hal. Yang satu itu tidak bisa dihindari, sehingga tidak bisa ada lagi tawar-menawar. Sedang satu hal lainnya, kalau orang bertobat masih bisa tidak terjadi. Jadi, kalau untuk Yogyakarta itu tanah turun seperti sinkhole, fenomena alam dalam bentuk lingkaran, itu tidak bisa tawar-menawar, itu pasti terjadi. Hanya saja, Tuhan mau memberitahu hal itu sebelum itu terjadi, supaya orang-orang yang berdoa, teristimewa dalam hal ini, ini menurut apa yang saya terima, berdoa melalui perantaraan doa Bunda Maria. Orang-orang itu akan selamat meskipun bencana itu datang. Dan, kemudian ada bencana kedua yang akan menyusul sinkhole itu, yaitu dataran Yogyakarta dan sekitarnya itu sudah tidak ada lagi. Nah, untuk hal itu masih bisa, jika orang tetap setia terus berdoa Rosario hal itu tidak akan terjadi. Suatu ketika saya sempat bertanya, “Tuhan, kenapa harus Bunda Maria yang berdoa bagi mereka?” Maksudnya, orang kan di sana begitu banyak orang Kristen, yang Katolik juga banyak. Bukankah mereka bisa berdoa sendiri, begitu kan? Terus, saya mendengar Tuhan mengatakan bahwa dosa-dosa di tempat itu sudah begitu mengerikan. Karena, apa yang mereka lakukan di sana itu banyak sekali yang sudah memeluk agama Kristen, percaya kepada Tuhan, tetapi mereka melakukan ritual-ritual okultisme, dualisme kepercayaan. Pernah satu ketika saya diperlihatkan orang melakukan ritual okultisme dengan mengorbankan janin bayi. Jadi, atas apa yang mereka perbuat, maka bencana yang akan menimpa tanah itu tidak bisa terhindari. Dan, orang-orang tidak bisa berdoa bagi diri mereka sendiri, sehingga mereka harus meminta melalui Bunda Maria, agar Bunda Maria yang mendoakan mereka.

Buku Anda menyatakan, Tuhan tidak berkenan dengan gerakan karismatik?

Suatu waktu Tuhan mengatakan, “Luruskanlah gerakan karismatik!” Dan, memang pada suatu kesempatan Tuhan membawa saya ke suatu persekutuan doa karismatik. Saya melihat ada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Roh Kudus. Misalnya, ada yang bernubuatan dengan memakai bahasa-bahasa roh, kemudian mereka berbahasa roh secara bersamaan. Sesudah itu mereka bernubuatan, satu per satu menyatakan bahwa hasil penglihatannya sama, dari bahasa roh dikatakan, oh Tuhan senang dengan ibadah ini. Bahwa semuanya baik, semuanya damai. Padahal, Roh Kudus yang berdiam di dalam diri saya mengatakan sebaliknya. Tuhan tidak berkenan dengan ibadah itu. Karena, ada satu hal yang penting sekali, yang menurut Tuhan itu tidak boleh dilakukan, adalah membelakangi sakramen mahakudus dalam tabernakel. Bagi gereja-gereja Katolik, ada Ekaristi yang ditahtakan dalam tabernakel. Menurut apa yang diimani warga Katolik, itu adalah Yesus yang sungguh-sungguh hadir di situ. Sehingga, Tuhan mengatakan untuk orang yang memimpin ibadah atau apa, jangan membelakangi tabernakel itu. Tuhan meneguhkan, itu adalah tempat suci.

Dalam buku Anda tertulis, Tuhan sangat membenci penyembuhan-penyembuhan dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani, atau apa yang bukan dari kuasa Tuhan sendiri?

Ya, benar. Benar sekali.

Padahal logika umat, “Kalau saya bisa sembuh dengan satu dan lain cara, itu juga kesembuhan dari Tuhan, kan?” Mengapa dibenci Tuhan?

Tanggal 7 Maret 2006, saat pertama kali Roh Kudus itu menyatakan kehadiran-Nya di dalam saya. Saat itu, yang paling pertama kali diberitahukan-Nya adalah penyembuhan alternatif yang disebut dengan Rei Ki. Dan kemudian, bukan hanya Rei Ki saja, tetapi hal-hal seperti Prana, dan yang lain-lainnya, yang menggunakan tenaga dalam, itu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Karena, Tuhan melihat manusia begitu mudah akan jatuh di dalam dosa asal melalui praktik-praktik yang demikian. Seperti Rei Ki, semua orang juga, meskipun yang tidak mengenal Yesus, mengklaim melalui Rei Ki bisa menjadi penyembuh. Jika memang demikian, berarti orang tidak lagi mengandalkan kesembuhan yang datang dari Tuhan. Karena itu dosa-dosa yang menghantar manusia untuk jatuh semakin dalam, itu ya karena kesombongan, karena merasa bisa melebihi Tuhan.

Kalau bukan dari Tuhan, berarti dari mana kuasa penyembuhannya?

Dari setan.

Di buku Anda dinyatakan Tuhan tidak suka dengan buku The Secret…?

Oh, ya… Ya, benar sekali.

Padahal buku itu begitu berpengaruhnya pada masa sekarang ini, orang takjub, sinya sangat dipercayai, bahkan itu mungkin menjadi semacam keyakinan universal. Dan, banyak kesaksian yang menyatakan buku itu isinya benar, kebenaran. Kenapa ketika masyarakat menyatakan itu betul dan bisa menerima, Tuhan malah menyatakan itu salah?

Ya, memang saya sendiri kaget waktu mengetahui hal itu. Karena, sebelumnya saya sendiri pun seperti…. apa namanya? (Terbius?) Heeh… Oprah Winfrey yang seperti itu, kan… setiap kali menonton siarannya… Wah, kayaknya baik ya menolong begitu banyak orang. Dan kemudian, ketika berbicara tentang buku The Secret dan juga filmnya itu, di situ dengan jelas Roh Kudus menjelaskan itu bukan berasal dari Tuhan. Karena, ajaran mereka mengenai Law of Attraction, bahwa manusia dengan pikiran mereka sendiri dapat menarik apa pun yang mereka mau. Kekayaan… dan memang sangat concern ke kekayaan. Nah, itu tidak sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan. Karena, segala sesuatunya ada di tangan Tuhan. Jadi, jika manusia sudah memakai prinsip bahwa manusia bisa menjadi Tuhan, yang mana itu memang mereka sebutkan dengan kalimat mereka di dalam film The Secret. Manusia itu terdiri dari molekul. Terus, Tuhan itu siapakah… mungkin disebut di ajaran agama “GOD” atau apa, tapi untuk mereka itu adalah “Alam” … nature… yang seperti itu. Manusia jika dilihat sebagai molekul-molekul terus bisa bersatu dengan alam, berarti manusia itu sendiri adalah “god”, “tuhan”. Jadi, dengan demikian itu memang sudah sangat tidak sesuai dengan ajaran Kristiani.

Itu sebabnya disebut dosa asal?

Ya! Ketika manusia siapa pun itu ingin menjadikan dirinya sebagai Tuhan, pada saat itulah manusia jatuh lagi ke dalam dosa asal.

Ok, ketika menanyakan pertanyaan ini, saya berpikir sebagai manusia yang tidak terbatasi oleh doktrin apa pun. Begini, saya melihat Tuhan semacam merasa “tersaingi”. Bahkan, orang yang sangat anti-Tuhan bisa mengatakan, Tuhan lagi paranoid karena takut dengan buku The Secret, takut dengan Rei Ki, takut dengan kuasa-kuasa setan. Bagaimana Anda membela Tuhan?

Ya, saya juga manusia biasa, saya rasa saya tidak cukup baik untuk membela Tuhan. Tapi, dalam beberapa kesempatan saya merasakan satu kehadiran Tuhan yang sangat nyata, perasaan saya saat itu merupakan bagian dari perasaan Tuhan. Nah, ketika menyikapi hal-hal seperti yang Pak Edy katakan, Tuhan yang ada di dalam diri saya merasa sangat sedih. Jadi, bukan karena tersaingi atau takut atau apa, tapi karena cinta kepada manusia. Karena, jika orang bisa melihat betapa menyedihkannya keadaan jiwa-jiwa yang terhilang dan tidak mengenal Allah, yang mungkin untuk orang lainnya disebut orang-orang yang terkutuk, atau orang-orang yang masuk dalam neraka. Aah, itu adalah suatu kesedihan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Sehingga, apa yang saya terima saat ini, bagaimana Tuhan mau berkarya melalui saya, itu adalah untuk membawa sebanyak mungkin orang-orang kembali lagi mengenal ALLAH yang benar. Karena, jika tidak mengenal ALLAH yang benar, akan berakhir di satu tempat yang sangat menyedihkan.

Mengapa Tuhan begitu bekerja keras, tanpa kenal lelah, dari zaman Adam sampai sekarang terus-menerus mengingatkan manusia supaya kembali kepada Dia? Nggak bosan-bosannya. Saya pikir, sebagai manusia, ngapain susah-susah? Ya, biarin saja masuk neraka..!?

Karena Tuhan adalah Cinta. Dan, cinta-Nya itu adalah cinta yang tiada tara, tiada batas, yang bahkan tidak ada satu kalimat mana pun yang bisa menerjemahkan itu, kecuali perasaan yang merasakan hal itu, atau jiwa yang mengalami bagaimana dicintai oleh Tuhan.

Manusia tidak merasakan dan mengenal itu ya? Makanya, Tuhan terus berkarya….

Itu sama seperti kalau misalnya orang yang lagi jatuh cinta…. Aku sangat mencintaimu…. Mengapa engkau tidak peduli kepadaku? Ya, seperti itulah…

Anda mendapatkan penglihatan Barack Obama akan menjadi pemimpin Amerika?

Ya, ya… tentang itu saya tidak bisa mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang presiden. Tetapi, satu hal yang pasti dia adalah seorang pemimpin Amerika.

Pemimpin yang akan tersakiti?

Ya! Itu adalah salah satu penglihatan yang sangat mengherankan saya. Karena, pada saat itu saya bahkan bisa dibilang tidak tahu apa-apa tentang seorang Barack Obama. Dia seorang calon presiden atau bagaimana, saya tidak terlalu tahu. Wajahnya pun saya tidak tahu. Cuma ya begitulah… Satu penglihatan itu biasa kemudian diikuti dengan hal-hal lainnya, di mana Tuhan, Roh Kudus, menuntun saya untuk mengerti apa yang Dia maksudkan. Setelah saya mengenal bahwa itu adalah Barack Obama, saya sedikit mengikuti keadaan dia. Dan, ada satu empati ya untuk Barack Obama, karena apa yang dia coba usahakan sekarang untuk Amerika dan mungkin juga pikirannya untuk dunia, adalah hal-hal yang duniawi seperti itu. Tapi, sampai saat ini dia belum tahu apa yang akan menimpa dia. Sehingga melalui buku ini… yah… ini dari saya pribadi berharap jika nanti hal itu terjadi kepada Barack Obama, dia tidak akan kehilangan pengharapannya pada Tuhan.

Persisnya apa yang akan menimpa Obama?

Saya seperti datang ke suatu tempat pengungsian atau pengasingan begitu, saya melihat seperti ada sekeluarga warga negro, ada perempuan-perempuan. Mereka sangat bersukacita menyambut seorang perempuan yang membawa bayi. Mereka masuk ke sebuah ruangan dan memanggil seseorang, menyatakan bahwa orang yang mereka tunggu-tunggu itu sudah datang. Bayi itu milik orang negro yang dipanggil tadi. Lalu, keluarlah seorang bapak-bapak berusia sekitar setengah abad, dia begitu terharu menyambut perempuan dan bayinya yang hilang itu. Pria itu ingin memeluk bayinya, wajahnya sangat terharu antara sedih dan senang, penuh air mata. Dalam penglihatan itu saya bisa lihat dia sangat ingin memeluk bayinya, tapi tidak bisa karena kedua tangannya sudah buntung. Sehingga, perempuan yang membawa bayi itu harus mendekat sangat dekat supaya bayinya bisa dia cium. Dia mencium bayi itu sambil menangis, berurai air mata… Penglihatan berakhir di situ.

Bagaimana dengan penglihatan perang yang akan melanda Amerika?

Saya melihat suasananya sangat kacau, saya tidak tahu itu siang atau malam. Berdebu-debu beterbangan begitu, sangat gelap, peluru-peluru ditembakkan, orang bisa terkena peluru nyasar. Orang-orang berlarian seperti harus keluar ke perbatasan untuk menyelamatkan diri.

Mengapa buku Anda tidak bercerita tentang masa depan negeri ini?

Ya, dalam hubungan saya dengan Tuhan, saya menerima, sangat jarang bertanya tentang apa yang akan terjadi. Tuhan memberikan sesuatu dan saya menerimanya. Cuma untuk Indonesia… sampai saat ini tidak satu petunjuk pun, selain hal-hal yang akan terjadi di Yogyakarta.

Di buku Anda juga ada pesan Tuhan Yesus Kristus untuk umat Muslim?

Oh, ya… tentang umat Muslim sekali waktu Tuhan berkata, “Mereka adalah anak-anak-Ku juga.”

Kapan itu turun?

Itu belum terlalu lama ini ya… belum sampai setahun. Dan… tapi… ini sih di luar buku… Pernah satu kali ketika saya sedang berada di internet, terus membaca di sebuah forum ada yang menulis sesuatu tentang seorang tokoh Muslim, saya lupa siapa namanya. Dan kemudian, kata-kata yang diucapkan orang itu langsung ditanggapi oleh Roh yang berdiam di dalam saya. Dan Roh itu adalah Roh Kudus yang menyatakan keberatan-Nya bahwa seorang Kristen tidak sepantasnya melontarkan kalimat-kalimat yang menghakimi sesamanya seperti itu… Karena itu dia, bagaimanapun mereka adalah anak-anak Tuhan juga.

Agama mana pun selalu melihat agamanya atau keyakinannya itu adalah Jalan satu-satunya. Tanpa Jalan itu, tidak ada tempat atau tujuan. Di Alkitab, Yesus mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Bagaimana dengan umat lain yang tidak mengenal Kristus sebelumnya, meninggal sebelum zaman Kristus, atau sebelum Tuhan berkarya seperti di buku ini, apakah mereka bisa terselamatkan?

Jadi, untuk seluruh dunia keselamatan itu ditawarkan. Jadi diberikan, anugerah saja ya. Maksudnya bukan atas usaha siapa pun itu baru orang bisa selamat, tetapi karena Tuhan yang memang mau memberikan Diri-Nya untuk keselamatan seluruh umat. Sehingga, memang butuh suatu kebijaksanaan dan suatu pengenalan akan ALLAH, untuk bisa mengerti dengan sungguh-sungguh makna dari hanya satu Jalan untuk keselamatan. Sehingga, sebenarnya kita tidak perlu untuk, misalnya, menghakimi suatu denominasi atau yang di luar gereja itu tidak selamat. Karena, suatu ketika Tuhan mengatakan bahwa orang masuk Surga atau masuk neraka itu adalah hak Tuhan, bukan hak manusia mana pun. Sehingga, yang mengatakan kamu selamat, saya selamat, atau siapa pun yang selamat, itu adalah hak Tuhan.

Adakah peluang bagi umat lain yang katakanlah jalan dengan agamanya atau kebenarannya sendiri?

Tentu saja ya… karena Tuhan Yesus mengatakan: “Carilah maka kamu akan mendapat.” Tidak mungkin dong semua orang yang mencari Tuhan dengan setulus hati, Tuhan menutup mata kepada mereka, itu sangat tidak mungkin. Karena, Tuhan adalah ALLAH yang penuh kasih, sehingga siapa pun yang mencari Tuhan dengan kerendahan hati, dan dengan setulus hati, Tuhan dengan cara-cara-Nya yang misterius, dengan cara-cara-Nya yang penuh misteri ya, Dia akan membawa orang-orang itu pada keselamatan. Dan, hal-hal itu tidak bisa dibatasi oleh doktrin-doktrin manusia.

Tuhan masih berbicara dengan Anda?

Amin, sampai detik ini. Kalau hari ini tidak ada pesan, tapi kalau kemarin ada.[ez]

37 Comments

  • Talenta Tinny tergenapi lewat penerbit fivestar milik mas Eddy :)

  • Saya orang Jogja, ngeri juga mbaca nubuatan ini tentang Jogja.
    Tapi saya beriman bahwa Tuhan itu kasih adanya……saya yakin Tuhan akan mengurungkan niatnya menghukum Jogja karena masih banyak juga orang-orang yang sangat mengasihi Dia….

  • Dear Mas Edy.

    Membaca tulisan di atas saya kesulitan menanggapi dengan kacamatan agama penulis karena saya berbeda keyakinan. Tapi saya hanya ingin mengomentari dari sisi yang saya tahu. Buku di atas saya teringt kepada buku Natalia Sunaidi yang berjudul Journey to Past Live. Mungkin ini Mestinya berjudul Jouney to Next Live. Mengapa demikian, karena dalam bahasa saya itu adalah ilham-ilham, indra keenam atau bisikan-bisikan tentang sesuatu yang diberikan kepada orang-orang tertentu untuk peringatan kepada manusia agar segera sadar terhadap segala kesalahannya.

    Hanya secara logika rasional maupun logika spiritual saya sendiri, saya belum begitu mengerti penulis buku tersebut sampai bisa menerima bisikan-bisikan tersebut. Dalam agama saya, orang yang mendapatkan ilham, intuisi atau apa namanya dari Tuhan, adalah orang-orang yang benar-benar berniat mensucikan diri. Sehingga orang tersebut diberikan kelebihan untuk menangkap suara Tuhan (ilham).

    Pembaca yang membaca buku tersebut dipastikan akan beragam reaksinya. Bisa jadi penulis buku tersebut adalah ‘orang pinter’, tukang ramal, orang sakti atau bahkan ada yang menyebut dukun. Semua itu didasari oleh sesuatu berita yang tidak bisa didiskusikan, tapi harus langsung diyakini atau bahasa lainnya diimani.

    Sementara sisi lain, problem terbesarnya adalah, pembaca belum mengetahui kredibilitas penulisnya. Kalau kredibilitas penulis yang dikejar maka spirit tulisan tersebut tidak akan sampai. Tapi kalau pembaca melihat makna di balik tulisan tersebut maka tulisan ini menjadi sangat bermakna.

    Terimakasih Mas Edy

    A. Asep Syarifuddin
    Radar Pekalongan
    08122670444
    http://hidupbermakna.wordpress.com
    asepradar@gmail.com

  • Sepanjang sejarah, banyak orang yang mengklaim hal-hal seperti Tinny Awuy ini.
    Yang jelas ini adalah dakwah agama Katolik.

  • 1Yoh. 4:1
    Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia

    Diuji dengan cara:

    1Yoh. 4:6
    Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

    Luk 10:16
    Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

    Mat 18:17
    jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat (gereja), pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

    Sudah jelas sekali acuan yang diberikan oleh Allah agar kita dapat mengenal/membedakan roh yang berasal dari Allah atau bukan, yaitu dengan menyelaraskannya dengan ajaran Gereja Katolik…

    Apakah tulisan saudari Tiny ini sudah selaras dengan ajaran Gereja? Apakah sudah diselidiki, diteliti dan disetujui oleh Gereja IM/NO…?

  • Nggaklah, mana mungkin Tuhan mau menyelamatkan orang yg walaupun sungguh2 mencari Tuhan tapi cara mereka mencari Tuhan dengan ajaran untuk membenci, menyakiti, mengeleminasi, dan memarjinalkan orang2 yg tidak sepaham dengan ajaran tersebut? Apakah ajaran ini dan orang2 yg menganutnya termasuk orang2 yg sungguh2 mencari Tuhan? Kalau orang2 ini sungguh2 mencari Tuhan tentu ajaran tersebut akan mereka tinggalkan dan mencari ajaran yg membawa damai…….

  • Tinny boleh mempublikasikan bukunya, tapi tanpa adanya nihil obstat dan imprimatur, kebenaran pada bukunya tidak dapat dijamin oleh Gereja.

  • Johanes Joy benar, kita harus selalu berhati-hati dalam menentukan sikap. Sang Penguasa Semesta Alam sudah menunjukkan jalan bagi kita secara gamblang.

    Memang seringkali kita sebagai manusia yang penuh dengan dosa ingin selalu lebih dicintai olehNya ingin lebih dekat denganNya.
    Dan seringkali juga kita salah untuk mengungkapkannya.

    Sehubungan dengan pekerjaan-Nya, Dia telah menunjuk magisterium gereja untuk membantu kita mengungkapkan rasa cinta, rasa rindu. Mari kita gunakan kemudahan itu. Mari kita gunakan jalan itu. Bijak lah.!

  • Tinny Maria Awuy, masih perlu lebih banyak lagi belajar !

  • wah kata2 dari johanesjoy bagus ya sampe pake injil untuk mengatakan kalau sang penulis tidak selaras dengan ajaran gereja katolik

    menurut saya, jika itu membantu untuk menyelamatkan umat manusia ya kenapa tidak apakah kita harus menyelidiki dulu terus minta dari vatikan untuk mengesahkan tulisan itu yang pentingkan sekarang ini penulis sudah mencoba untuk membantu umat manusia dengan tulisannya tinggal dari pembacanya yang mau terima atau tidak

    jika itu harus kita selidiki kapan umat manusia bisa bertobat dan terselamatkan dari bencana-bencana yang akan terjadi nanti

  • Omong kosong!
    Firman itu tidak bekerja dengan gembar gembor senilai 55 ribu.
    dan mana ada “keyakinan firman” yang kompromi dengan suara hati ?

    hati hati….
    yang ada di buku juga belum ada pengakuan secara gereja.
    jangan mudah terpengaruh.

    salam,
    Tuhan memberkati.

  • “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi dan janganlah kamu menghukum maka kamupun tidak akan dihukum”

    Jika memang tujuannya sekedar mengingatkan kita untuk hidup lebih dekat pada-Nya ya patut disyukuri. Namun tanpa persetujuan magisterum ya saya sebagai pemeluk Katolik belum berpikir untuk mengoleksinya : )

    Mengenai bencana, marilah kita sama-sama berdoa dan hidup saling mengaasihi agar itu tidak terjadi. Walaupun saya bukan orang jogja, saya sedih jika tidak bisa makan bakpia dan gudegnya lagi : )

    Damai sertamu

  • Pak Edy telah berhasil ‘mewakili’ kita2 orang awam menggali Tinny Maria dan mengajukan pertanyaan2 yg muncul disekeliling buku ‘beginian’, dijawab oleh penulis dengan cukup mantap.
    Tuhan sebenarnya bisa dan mau berbicara kepada siapapun, karena kita sahabat2Nya dan bahkan anak2Nya, ya kita mestinya akarab dengan Dia, kalau belum apa2 kita sudah menutup diri dengan harus di cek ke sini ke sono ke sana, maka kita mestinya sudah harus lebih dewasa rohani dalam menyikapi buku ini, artinya kita sudah harus bisa telaah sendiri buku ini bener atau kagak sesuai dengan FirmanNya sendiri. kalo masih nunggu pihak lain ya kita berarti kurang akrab sbg sahabatNya, kagak tau apa maunya Sahabat dan Bape kite. bgmn bisa akrab kalo tidak kenal dekat? bagaimana bisa kenal dekat kalo tidak pernah baca FirmanNya, gak pernah ketemu dgNya setiap hari, gak pernah chating dgNya? c’mon… HE is so close…

  • Kesaksian yang dialami oleh Tinny adalah berupakan wahyu pribadi, jadi percaya boleh dan tidak percaya boleh, untuk iseng asal tahu saja juga boleh.

  • tuhan berkata bahwa di akhir Zaman ini, Ia akan membangkitkankan orang-orang yang akan berdiri untuk menyampaikan wahyu Tuhan bagi Dunia….
    Pewahyuan dari Tuhan tidak perlu di benerkan oleh gereja mana pun tapi harus diuji oleh kebenaran dan kemurnian Firman Tuhan….
    Jika ada kata dalam Nubuatan yang disampaikan oleh Tuhan kepada Sdri.Tinny Maria Awuy tentang keraguan akan Ketuhanan Yesus maka dapat dipastikan bahwa itu sesat, karena setiap gereja yang tidak mempercayai darah Yesus dapat dipastikan bahwa gereja tersebut mengajarkan perintah manusia dan bukan perintah TUhan…

    sekali lagi, apapun yang terjadi tentang nubuatan seseorang harus diuji keberan dan kemurniannya sesuai denga Firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab…

    Thank
    GBU All+

  • we lha dalah, omahku lan sawahku ning jogja je,
    kepripun niki?

    numpang tanya Jeng Tinny, bencana di Jogja itu kira-kira akan terjadi kapan yach?

    saya mau siap-siap.

    terimakasih maturnuwun.

  • Trims Pak EZ memuat wawancara ini, sehingga kami yg bersimpati dg Tinny dn nubuatannya dpt ikut berkarya mempersiapkan kedatangan Yesus.
    Buat yg penasaran & pingin tahu langsung dr penulisnya, di Yogyakarta Tinny akan mengadakan talkshow gratis di TB Gramedia Plaza Ambarukmo minggu 12 Oktober pkl 14, di TB Gramedia malioboro senin tgl 13 Oktober pkl 14, di TB Gramedia Sudirman selasa tgl 14 Oktober pkl 16. Abis itu disambung dg rangkaian seminar buku tgl 15, 16, 17, 20, dan 21 Oktober di berbagai tempat di Yogyakarta. Info lengkapnya di http://laskarnafiri.wordpress.com.
    Sampai ketemu di jogja yo… Yo, poro konco do ndonga ngge tanah jogja ben ra ketiban praholo…

  • Nubuatan yg diterima Tiny menurut GK adalah wahyu pribadi, percaya boleh tidak percayapun tidak dosa. GK tidak mengharuskan umatnya untuk percaya wahyu pribadi yg diterima seseorang.

    Bagiku sendiri kuambil sisi positipnya, kita diingatkan untuk selalu berdoa dan bertobat.

    Mari kita saling mendoakan agar dunia ini semakin damai dijauhkan dari segala bencana……

    GBU

  • Jika Tahta Suci Roma blum mengeluarkan keputusan apa2 mengenai hal ini, sebaiknya jangan langsung dipercaya. Bertindak kritis adalah yg terbaik. Dan bagi para pembaca yg non Katolik, mohon tidak langsung menghakimi adalah semua yg ditulis Tiny adalah 100% ajaran Katolik, karena pemimpin agama Katolik pun blum berkomentar, bahkan mungkin tidak tau tentang hal ini… Salam…

  • Segala buku, bacaan, perkataan jika ditujukan untuk pertobatan, perdamaian, cinta dan kehidupan bersama yang seimbang, maka kita perlu untuk mengambil hikmahnya. Jika kemudian timbul kebencian, permusuhan maka setan-lah yang bersorak sorai.

    Dalam abad ini, tulisan apapun bisa muncul, tetapi bagaimana kita menyikapinya tentu tidak terlepas dari ajaran-ajaran Alkitab yaitu cinta.

    Salam,
    Dari yang masih penuh dosa

  • salam damai

    dear Tiny…
    Tulisan mu sungguh bagus.
    Tapi, alangkah baiknya juga jgn disisipin hal2 tenntang menghakimi , biarlah orang yang akan menilai,mana yang baik dan buruk.
    Thanks sudah ngingatin neh…..Tuhan Memberkati.

  • Doh, dah telat ni,,,dah keburu di attunement reiki… wadoh,… tapi menurut saya, saya yang ikut reiki sana-sini, disitu harus mengarah kepada Tuhan.

    Dan memang saya pernah merasakan tidak berdoa dulu sebelum salur reiki hasilnya nol tapi setelah saya berdoa dan menyalurkan energi sambil berpasrah kepada Tuhan, pasiennya tuh jadi lebih baik, dan sembuh,.

    Nah, gw bingung nih… di Reiki, ak diajarkan supaya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, karena semua energi penyembuhan hanya dia yang berkuasa.

    Tapi kok disini ????…… Beda tenan…. ^.^

  • http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=6080

    dilink itu di kupas tuntas atas dasar iman Katolik.

    maksudnya Tinny dan bukunya yang di kupas.

    Tuntas!

  • Kalau seseorang menerima penampakan / wahyu / nubuat secara pribadi dan dia menyampaikan dengan jujur apa yang “dilihatnya” . Dia harus menyampaikannya .
    Terlepas terjadi atau tidak jangan menyalahkan siapapun.
    Jangan tanya kepada Gereja , apa pasti terjadi atau tidak .
    Tuhan punya kuasa untuk membatalkan atau mengadakannya.
    Ingat nubuat Yunus tentang kota Niniwe .
    Sebaliknya bila Dia tidak menceritakannya , lalu benar terjadi , dia bisa menyesal sumur hidup.
    Bagi orang yg tinggal di Jogya , jangan semua percaya dan exodus meninggalkan kota . bahkan waktunya pun tidak diperinci. Kita tetap berharap dan pertobatan itu tidak rugi (Tobat= hubungan baik dengan Tuhan)
    GBu
    Irwan

  • Menghadapi ramalan saudari Maria Awuy yang mengandung sisi positif dan negatif, kita dapat bersikap seperti makan ikan. Pilih dagingnya dan buang tulangnya. Semua yang sesuai dengan ajaran Alkitab, ajaran gereja Katolik dan menghasilkan buah-buah roh kudus seperti dalam Galatia 5:22-23 dapat kita ambil sedangkan hal-hal yang masih meragukan seperti keterangannya tentang gerakan karismatik dengan bahasa rohnya perlu dipikirkan lebih lanjut. Bahasa roh sendiri tanpa kasih bukanlah bahasa Tuhan melainkan bunyi gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (I Korintus 13:1).

  • Untuk para sahabat semuanya…. terima kasih atas komentarnya untuk wawancara ini.
    Salam hormat dr saya
    ~ez

  • Sebenernya klo ada yg hakimin itu pasti akan nubuatanNya. Jadi sebenernya klo siapapun itu yakin sama Tuhan sepenuhnya dia bakal ngambil yg baik dan buang yg buruk

  • Apapun yg sebenernya bakal terjadi itu terjadi atas KEHENDAK TUHAN. Jadi ga usah kawatir bagi smua yg percaya n mau tunduk pada Tuhan

  • Petrus Faber Herry Setiawan

    Saya heran kenapa banyak sekali yang berprasangka negatif terhadap tulisan Sdr Maria Tinny Awuy….Mengapa harus tunggu pengesahan gereja? Bacalah dengan rendah hati, sambil buka hati tentunya…Roh Kudus yang ada di dalam kitalah yang akan memberikan sinyal2 andaikata yang kita lihat/dengar itu sesat…Harus juga dibedakan nubuatan dengan ramalan…Karena dalam buku itu saya tidak menemukan satu katapun tentang ramalan…yang ada itu nubuatan (dan ini alkitabiah). Coba Anda pikirkan, bagaimana jika Tuhan izinkan penyesatan datang dari Roma? bisa hancur semua orang katolik yang sangat tergantung dari Roma..

  • Dear semuanya,

    “Janganlah kamu menghakimi”…menurut kata-kata alkitab…jadi jangan pula kita menghakimi Tinny yang menuliskan penglihatannya di buku ini. Toh kita bukan God, and we never know the truth yet…

    “Carilah maka kamu akan mendapat”… Bacalah dengan memakai logika dan hati secara bersamaan dalam BALANCE, dan carilah pembenarannya sendiri dengan meminta bimbingan roh kudus, apakah suara hati terdalam anda secara murni mengatakan ini benar atau ini salah…jika salah ya abaikan saja, jika menurut suara hati anda benar…ya mulailah memperbaiki hidup anda masing-masing menjadi lebih baik dan berkenan di hadapan Tuhan.

    Sebenarnya intinya itu cuma satu, bagaimana mengembalikan kehidupan manusia yang sudah terlanjur porak poranda dalam kehidupan imani yang semakin bobrok ke jalan ILAHI yang memang dikehendaki oleh ALLAH sendiri.

    Semua hal yang muncul di dunia ini, janganlah dibuat complicated. Terimalah secara SEDERHANA, maka kita akan mendapatkan penerangan akan Tuhan di dalam diri kita sendiri. Sebab IA berbicara pada satu dengan yang lainnya secara pribadi…

    Terlepas dari benar dan salah isi buku dari Mbak Tinny, seperti halnya buku The Secret, semua terpulang pada diri kita sendiri sebagai manusia umat Tuhan yang harus serta wajib membuka hati menerima kasih dan cinta dari sang pencipta, apapun bentuknya.

    Salam.

    Afra

  • Gereja itu bukan otoritas, apa haknya menilai, toh mereka sendiri berjalan dijalan buatan yang salah.

    Jika pernyataan2 dalam bukunya itu tidak bertentangan dengan hukum2 agama yg jujur dan selaras dengan kebaikan, why not?

    Jangan sampai, “orang salah jalan” yang menilai. Karena penilaiannya pasti salah. Karena sudut pikirnya sudah salah.

  • setiap hari Allah berbicara dengan kita semua melalui firman-Nya. kembalilah ke Alkitab, semua ada di sana. coba perhatikan kalimat-kalimat terakhir Alkitab, semua telah tertulis di situ. hati-hati, jangan sampai anda mengurangi atau menambahkan dari apa yang tertulis di situ.
    tentang bencana sebagai cara Tuhan mengingatkan umatnya saat ini, perlu dikritisi. saya rasa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang haus nyawa manusia. Dia ingin semua orang hidup, untuk itu Dia rela menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba, dan mati disalibkan. itu semua agar manusia bisa hidup dan memaknai hidupnya dengan kebaikan. tentang bagaimana nasib manusia yang menyia-nyiakan hidupnya itu urusan Tuhan sebab penebusan telah berlaku sekali untuk selamanya. janganlah kita menghakimi, berilah tempat bagi murka Allah. biarlah Sang Hakim Agung yang memutuskan kemana kita sehabis kehidupan ini.

  • Dear Tiny,
    Berjuang terus Tuhan Yesus memberkati

  • Tinny sahabat saya sejak SD, setahu saya pribadinya low profile…jadi saya sependapat bahwa sebelum membaca bukunya dengan bekal LOGIKA dan HATI serta berdoa minta tuntunan Roh Kudus sebelumnya, sebaiknya jangan langsung menuduh dan menghakimi dia…

    keep service for a better world, Tinny

    GBU

    Hanna

  • Posting wawancara ini kan tgl 17 Agustus ‘08.. Barack Obama dilantik sbg Presiden AS tgl 20 Jan’09… Daripada menutup telinga, lebih baik memperhatikan saja. Paling tidak, Obama jadi pemimpin AS, sudah benar tuh.. Masalahnya, bukan kita jadi harus ngejar2 Tinny utk nanya2 about future.. Lihat dari penggenapan akan hal2 yg dilihat Tinny, ya sebaiknya kita semakin bertekun dlm Tuhan. Dulu Nabi Nuh juga di-olok2, dan air bah datanglah.. Tapi bukannya nabi Nuh tidak memberitahu tetangga2nya ttg musibah yg akan terjadi, tetapi mrk yg tdk mau mendengarkannya.. GBU

  • Berkah Dalem……
    Sebagai warga Ngayogjokarto Hadiningrat saya pribadi tidak pernah merasa takut atau gamang dengan bencana apapun yang teramalkan, baik yang sudah terjadi ataupan yang akan terjadi karena saya yakin “semua adalah rencana Allah, yang mana rencanaNya akan selalu baik adanya”.
    Dalam nubuat mbak Tinny, bukan amblasnya jogja yang aku khawatirkan, akan tetapi amblasnya moral jogja sehingga akan terhapus dari peta sosial bangsa bahkan dunia.
    Kalau kita akan berdoa, sebaiknya berdoalah dengan ikhlas dan penuh dengan kesadaran bukan lantas berdoa karena merasa ketakutan / terancam keselamatanya akan adanya bencana. Berdoa yang termotifasi oleh ketakutan akan bencana, saya yakin bukan nurani lagi tapi cenderung fikir yang bertindak.
    Warga Ngayogyokarto Hadiningrat……. percaya dan yakinlah pada Allah bahwa kita akan selamat dan tidak akan terjadi apa2 di tanah jogja.
    Mari kita dekatkan pada KuasaNya bukan karena takut tapi lebih karena kita percaya akan Dia Sang Juru Selamat.


Leave a Reply