15 September 2006 – 14:02 (Diposting oleh: Editor)
Seri Artikel Write & Grow Rich

Jika Anda tidak punya anggaran untuk mengiklankan buku Anda, maka pastikan bahwa judul buku Anda itu merupakan sebuah “iklan”. Karena menurut saya, judul bukan semata identitas atau petunjuk bagi keseluruhan isi buku. Judul hakekatnya adalah sebuah iklan.

Dari situ, fungsi pertama judul bukan lagi informatif atau deskriptif belaka, tetapi lebih pada fungsi-fungsi pemasaran. Karena judul dipahami sebagai iklan, maka kekuatan judul adalah ujung tombaknya. Itu jika Anda ingin menang dalam persaingan. Dan setiap iklan harus bertarung dengan ribuan iklan yang lain supaya berhasil memikat target pasarnya.

Itu berarti, untuk membuat buku Anda menjadi best seller, Anda harus berjuang untuk mendapatkan judul yang benar-benar bisa berfungsi sebagai iklan yang kuat dampaknya.

Judul yang difungsikan sebagai iklan yang berdampak kuat harus punya karakter-karakter pembeda, mengindikasikan fokus target pasar, punya magnet atau daya tarik yang memancing, serta menggerakkan orang. Saya kira, ini hal yang sangat disadari oleh penerbit-penerbit yang sukses, tetapi merupakan perspektif baru bagi kebanyakan penulis buku.

Pembeda atau diferensiasi berarti judul buku itu punya satu tawaran yang lain, khas, dan unik dibanding buku-buku lainnya. Jika judul yang Anda pilih tidak memiliki pembeda yang khas, judul itu akan tenggelam di antara ribuan judul lainnya. Jika demikian, buku Anda akan berat bersaing dengan judul-judul serupa yang memiliki karakter lebih kuat.

Sementara itu, judul yang bagus harus mengindikasikan siapa sasaran pembaca yang Anda bidik. Dengan pembeda berupa keunikan judul yang Anda buat, sebenarnya Anda sedang ditantang untuk membidik segmen pasartertentu secara lebih fokus. Jika Anda jelas dan fokus pada target pasar, dan judul Anda mengindikasikan hal-hal tersebut, maka Anda memiliki amunisi yang cukup untuk bertarung di pasar.

Kalau berhasil menyusun sebuah buku yang isinya menurut Anda benar-benar bagus, jangan sekali-kali membuang kesempatan untuk meraih sukses nantinya dengan mengabaikan pilihan judul. Kendalikan idealisme Anda, jangan bersifat kaku, dan sebaliknya berpikirlah sedikit pragmatis tapi kreatif untuk menemukan judul-judul yang paling menarik dan menjual.

Prinsip AIDA dalam Judul
Sesungguhnya tidak mudah membuat buku best seller hanya berdasarkan judul saja. Tetapi melihat kekuatan judul seperti sudah digambarkan sebelumnya, membuat judul yang powerful jelas akan sangat membantu mempengaruhi minat calon pembeli.

Dan sesuai dengan tesis dasar saya, judul hakikatnya adalah iklan, maka setiap penulis buku sebaiknya belajar banyak dari dunia periklanan dalam hal melahirkan judul.

Mari menengok tugas utama para pekerja iklan, yaitu menjual produk, baik melalui gambar, kata-kata, dan kemasan. Fokus mereka adalah mempengaruhi persepsi konsumen melalui cara-cara yang cerdas dan kreatif sehingga produk yang mereka tangani benar-benar diminati dan dibeli orang. Pekerja iklan dinilai berhasil jika iklannya membuat suatu produk laris di pasar, dan mereka dianggap gagal jika produk tidak laku.

Nah, apakah ada rumusan-rumusan dari dunia periklanan yang bisa dimanfaatkan dalam memformulasikan judul buku yang menjual? Tampaknya ada. Sebut misalnya prinsip AIDA (A=Attention, I=Interest, D=Desire, A=Action). Sebuah kreasi iklan pertama-tama harus berhasil menangkap perhatian orang untuk melihat, mendengar, atau membacanya. Jika pada tahap paling awal saja sudah tidak menarik perhatian, jangan berpikir iklan tersebut akan memunculkan ketertarikan.

Nah, ketertaraikan biasanya ditandai dengan minat untuk tahu lebih banyak dan upaya memahami lebih lanjut apa maksud iklan. Kalau pesan iklan sampai dan diterima, maka tingkat ketertarikan itu bisa bertambah.

Jika ketertarikan itu begitu kuat,maka yang muncul kemudian adalah hasrat untuk memiliki, menggunakan, atau memanfaatkan apa yang disuguhkan oleh iklan tersebut. Hasrat yang kuat adalah tahap akhir sebelum seseorang melakukan tindakan membeli.

Secara teori, demikianlah alurnya. Iklan sering ditampilkan dalam tahap-tahap seperti itu. Pada praktiknya, alurnya bisa begitu cepat sehingga sulit dibedakan tahap-tahapnya. Tahunya, pembeli bisa langsung membeli sebuah produk begitu perhatian mereka tertambat pada sebuah produk. Mungkin ini berkaitan dengan iklan-iklan yang memang berdaya magnet sangat kuat.

Kembali pada judul, lalu judul seperti apa yang bisa bekerja dalam prinsip AIDA tadi? Jelas, ditilik dari kriteria menarik perhatian, maka judul yang powerful bisa berasal dari kalimat-kalimat atau kata-kata yang unik, khas, mengandung sesuatu yang baru, kreatif, anti kemapanan, menggoda, membuat orang penasaran, bernuansa problem solving, menjanjikan sesuatu, membuka rahasia, dan bila perlu kontroversial.

Selain itu, judul yang dibuat dengan cara mengulang dan modifikasi, atau bahkan pemlesetan judul yang sudah terkenal pun bisa menarik perhatian. Judul jenis ini memanfaatkan pembaca yang menyukai judul sebelumnya yang dimodifikasi tersebut. Nah, adakah judul-judul yang sukses di pasaran dan sedikit banyak menggunakan pisau analisis di atas? Ada. Kita bahas dalam tulisan-tulisan berikutnya. Salam best seller [ez]

* Edy Zaqeus adalah penulis buku-buku best-seller, konsultan penulisan & penerbitan, editor Pembelajar.com, dan trainer di Sekolah Penulis Pembelajar (SPP). Ia juga mendirikan Bornrich Publishing dan Fivestar Publishing yang berhasil menerbitkan sejumlah buku best-seller. Nantikan workshops Edy Zaqeus tentang “Membuat Blog Menjadi Buku”, “Cara Gampang Menerbitkan Buku Sendiri”, dan “Cara Gampang Menulis Buku Best-Seller” pada November-Desember 2007 ini (Info selengkapnya, hubungi SPP di 021-7828044). Edy dapat dihubungi di: https://ezonwriting.wordpress.com atau edzaqeus@gmail.com.