Tags

, , , , , , , ,

Zaman sekarang, bukan hal yang gampang menerbitkan buku berisi peringatan terhadap praktik-praktik beragama yang dinilai melenceng. Terlebih bila oleh penulisnya isi buku tersebut diyakini dan diklaim berasal langsung dari Tuhan. Respon dalam bentuk sikap skeptis atau bahkan penentangan, akan mudah sekali muncul dari khalayak yang terimbas oleh isi bukusemacam itu.

Tetapi, itulah yang dilakukan oleh Tinny Maria Awuy, gadis biasa dari Sulawesi Utara, yang awal September 2008 ini meluncurkan buku kristiani berjudul Namaku Nafiri: Lihatlah Anak Domba Allah! (Fivestar, 2008). Buku yang terbagi dalam 7 bagian dan sekitar 60 bab tersebut berisi kesaksian-kesaksian penulisnya ketika mendapatkan penglihatan dan nubuatan-nubuatan tentang kehidupan gereja serta berbagai bencana yang akan terjadi, berikut apa maksud Tuhan memberikan pertanda seperti itu.

Sejumlah penglihatan atau nubuatan yang diterima Tinny sejak tahun 2006 telah terjadi atau tergenapi. Di antaranya adalah bencana banjir berturut-turut di Manado, gempa bumi di Yogyakarta,gempa bumi di China serta badai topan Nagris di Myanmar baru-baru ini. Khusus Yogyakarta dan sekitarnya, bahkan masih terancam oleh bencana sinkhole dan tanah amblas, yang bisa melenyapkan kota tersebut dari peta bumi. ”Tuhan banyak berbicara dan banyak memperingatkan melalui bencana-bencana,” jelas Tinny.

Penglihatan lain yang cukup penting adalah soal akan terjadinya bahaya kelaparan besar-besaran serta perang besar di bumi. Lalu, juga perang yang tampaknya akan segera melanda Amerika Serikat. Tapi, yang tak kalah penting adalah penglihatan Tinny pada 16 Februari 2008 lalu tentang tokoh dari Partai Demokrat Barack Obama, yang dilihatnya bakal menjadi pemimpin Amerika. Tinny tidak secara eksplisit menyatakan Obama akan menjadi presiden berikutnya, tapi ia memastikan Obama akan menjadi pemimpin Amerika. Dan satu hal penting lainnya, ia juga melihat nantinya Obama akan disakiti dan diasingkan karena peperangan.

“Saya melihat lelaki itu sudah kehilangan kedua tangannya,” tulis Tinny dalam bukunya. Ia menyatakan rasa empatinya yang mendalam sekaligus berharap kelak Obama tidak kehilangan pengharapan karena tragedi tersebut. “Sebab, Yesus mengasihi Obama,” tambah Tinny. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari Bornrich Consulting dengan Tinny pada 5 Agustus 2008 lalu di sebuah mal di Jakarta Barat, dan disambung dengan wawancara per telepon tanggal 17 Agustus 2008.

Apa latar belakang Anda menulis buku ini?

Penulisan buku ini diawali dari pertemuan dengan seorang Imam di Paroki setempat. Pada waktu itu, saya mendapat dorongan yang sangat kuat untuk berbicara mengenai hal-hal spiritual dengan Imam tersebut. Ketika menceritakan hal-hal yang pernah saya alami bersama Tuhan, Imam tersebut mengatakan bahwa karena ceritanya banyak, bagaimana kalau Tinny tulis dalam beberapa lembar, terus nanti diserahkan ke dia untuk dia baca. Beberapa hari sesudahnya saya kembali lagi menyerahkan tulisan itu. Dan, sesudah dibaca ternyata ada satu nubuat yang saya tulis di situ, yang kemudian sekitar beberapa hari sesudahnya terjadi di Sulawesi Utara. Kemudian timbul ide membuat buku kecil yang dijual untuk membantu korban bencana alam saat itu. Tapi tidak jadi dibuat. Ketika nubuat-nubuat itu semakin banyak, saya bertemu seorang Imam Msc. Dia mengatakan, “Tinny, memang sebaiknya hal-hal seperti itu ditulis dan dibukukan.” Jadi, satu tahun lewat, kemudian saya mendengar Tuhan mengatakan kepada saya bahwa tulisan-tulisan itu akan menjadi suatu kesaksian untuk memuliakan Nama Tuhan. Melalui tulisan-tulisan itu akan ada begitu banyak orang yang kemudian mengenal Tuhan.

Zaman sekarang kan nggak gampang memberikan kesaksian tentang hal-hal yang sifatnya doktriner, atau bahkan mungkin berbeda dengan praktik di gereja atau di masyarakat? Ada perasaan takut nanti akan ada penentangan, sanggahan, orangtidak percaya, atau mungkin bahkan ada yang menghujat Anda?

Bagian awal buku itu tidak terlalu menekankan pada hal-hal yang menyangkut nubuatan atau doktrin. Tetapi lebih bagaimana saya mengalami Tuhan dalam keluarga dan dalam pekerjaan. Tetapi, saya tidak bisa menolak ketika Tuhan pun meminta saya untuk menuliskan hal-hal yang bersifat nubuat dan juga hal-hal yang mengkritisi keadaan yang terjadi sekarang ini. Praktik-praktik, teristimewa hal-hal yang berbau okultisme, penyembuhan-penyembuhan alternatif, yang menurut Tuhan itu merupakan sesuatu yang bukan berasal dari Dia.

Sebenarnya, sumber tulisan Anda dari mana?

Sumber tulisannya dari yang di Atas sana. Karena, apa pun yang saya alami, baik itu sesuatu yang kelihatan maupun hal-hal yang tak kelihatan, itu selalu merupakan kesatuan antara saya dengan Tuhan. Jadi, tidak ada yang saya hanya saya sendiri atau hanya Tuhan. Jadi, bisa dikatakan saya ini adalah alat Tuhan. Tanpa Tuhan pun saya tidak bisa melakukan ini. Dan, karya ini merupakan satu kesatuan, dan sumbernya adalah Tuhan sendiri.

Tertulis di buku, Anda bisa membedakan itu suara dari Allah Bapa, suara Yesus Kristus, atau Roh Kudus. Bagaimana bisa punya kemampuan seperti itu?

Mungkin karena saya jauh dari kesucian, sehingga Tuhan perlu datang pada saya dengan cara seperti itu. Jadi, kalau mendengar suara Tuhan itu memang sudah terjadi dari saya masih SD, dan itu proses ya… Sampai akhirnya saya bisa membedakan apakah itu Bapa, atau apakah itu Yesus, ataukah itu Roh Kudus. Karena, jenis suara-Nya berbeda. Apalagi kalau berbicara tentang Roh Kudus. Ketika mendengar suara Roh Kudus itu seperti suatu program di-install ke komputer. Jadi, itu tanpa berpikir atau apa ya, suara itu datang begitu saja… Dan, kadang-kadang bukan berbentuk suara, tapi suatu pengertian itu langsung ter-install, begitu… seperti itu.

Sesuatu yang bersumber dari Tuhan itu bisa dibilang nubuatan, wahyu, bahkan mungkin ada yang memercayai sebagai firman Tuhan. Menurut Anda, mandat yang Anda dapat dari sumber yang di Atas itu apa disebutnya?

Menurut bahasa saya, itu lebih bagaimana saya mengalami Tuhan. Bagaimana bahwa saya menyadari Tuhan ada dalam saya, dan saya ada di dalam Dia.

Sebenarnya, orang yang mengalami penglihatan, mendapatkan bisikan, suara-suara yang diklaim dari Tuhan, itu banyak sekali. Beberapa agama pun menyatakan hal yang sama. Bagaimana Anda bisa yakin, apa yang Anda lihat dan dengar itu bersumber dari yang di Atas?

Pertanyaan ini—pertanyaan yang memang paling banyak ditujukan kepada saya. Dan, saya tidak bisa menggambarkan hal ini lebih daripada penggambaran saya tentang bagaimana iman Maria, Bunda Yesus. Jadi, sama saja dengan mengatakan kepada Bunda Maria ketika pertama kali dia disapa oleh malaikat. Bagaimana dia bisa tahu bahwa itu benar-benar dari Tuhan? Jadi itu menurut saya, adalah sesuatu yang memang sangat pribadi. Ketika Tuhan menyapa, jiwa itu akan mengenal bahwa itulah Tuhan-nya.

Banyak kasus, orang atau bahkan pemimpin umat yang mengklaim mendapatkan penglihatan, wahyu, atau petunjuk dari yang di Atas, kemudian membentuk kelompok dan melakukan ritual, dan itu dinilai menyimpang. Bagaimana Anda menjelaskan bahwa Anda berbeda?

Ya, kalau dari saya sendiri, saya tidak akan menghakimi orang-orang seperti itu. Tapi, bagaimana saya berbeda dari mereka adalah, karena apa yang saya lakukan, atau apa pun yang saya terima dan saya dengar, saya selalu menguji itu dengan perbandingan melalui Alkitab, melalui ajaran Gereja Katolik, dan tentu saja dengan melihat dari buah-buah yang dihasilkan dari Roh yang berbicara kepada saya.

Susah ya meyakinkan masyarakat zaman sekarang, bahwa itu suara dari Atas?

Ya, dan memang Tuhan mengajarkan kepada saya, bahwa tugas saya itu hanyalah menyampaikan. Mengenai masyarakat yakin atau tidak, itu adalah tugas Tuhan sendiri.

Terbayang nantinya pemimpin Katolik atau pemimpin Kristen, dari aliran-aliran yang sedemikian banyaknya itu, yang mungkin sangat tidak setuju atau sangat menentang isi buku Anda?

Ya, kalau logika kita berbicara, pasti ada begitu banyak skenario bayangan-bayangan tentang apa yang kemungkinan terjadi. Sehingga, saya tidak mau terlalu memikirkan hal itu.

Kalau dilukiskan dalam satu kalimat, isi buku Anda itu apa?

Mengenal ALLAH secara sederhana.

Maksud buku ini ke arah mana?

Membawa setiap orang yang mau menerima, untuk melihat kehadiran ALLAH di dalam diri sendiri dan di dalam diri sesama, apa pun agama atau kepercayaan sesama kita itu. Karena ALLAH hadir dan Dia melukiskan jejak-jejak-Nya itu dalam segala hal.

Anda katakan Tuhan di dalam diri Anda, sehingga tergambar tidak ada batasan antara Anda dengan Tuhan. Penjelasannya?

Oh ya, itu karena saya seorang Katolik, saya mengimani bahwa Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh hadir dalam sakramen ekaristi, hosti itu ya. Kalau di denominasi lain mereka bilang perjamuan kudus. Jadi, setiap kali misa kemudian menerima Yesus, maka itu secara harafiah Yesus masuk di dalam saya. Pengertian lainnya berdasarkan hal-hal yang saya alami, banyak hal yang membuat kita hilang damai sejahtera. Tapi, dengan mengalami Yesus kita berarti belajar untuk rendah hati. Sehingga, kita bisa lebih tenang, lebih damai, dan itu bukan karena saya sendiri, tetapi karena Yesus.

Jadi, bukan berarti Anda ada kesetaraan dengan Tuhan, ya?

Oh… tidak, tidak bisa seperti itu. Tetapi lebih bagaimana soal Tuhan menguasai saya, saya ada di dalam Tuhan, saya mengalami Tuhan. Karena dekat dengan Tuhan berarti saya ini milik Tuhan.

Banyak sekali gambaran tentang musibah dan bencana. Mengapa Tuhan banyak sekali menggunakan bahasa bencana untuk sekadar mengingatkan manusia?

Ya, memang. Tuhan banyak berbicara dan banyak memperingatkan melalui bencana-bencana. Hal-hal seperti itu terjadi dan akan terjadi, namun Tuhan mau menyelamatkan kita. Karena itu, Dia memberitahukan sebelum hal itu terjadi, dan mengingatkan orang-orang bahwa jangan menunggu hari bencana (penegasan ini diberikan belakangan oleh Tinny setelah mendapat petunjuk langsung dari Tuhan-red).Sebelum hari bencana itu datang, datanglah dan berlindunglah kepada Tuhan. Karena barang siapa yang datang pada Tuhan, bencana apa pun yang akan datang menimpa, orang itu akan tetap berada dalam keadaan rahmat, dalam keadaan damai, karena Tuhan menyertai dia.

Saya selalu ngeri dengan bahasa bencana. Sepertinya, ada yang kontradiktif ketika Tuhan menegaskan inti ajaran kasih, tetapi Tuhan di buku ini lebih suka menggunakan bahasa bencana, bukan bahasa kasih. Bagi orang awam, kadang-kadang ini sangat berlawanan?

Sekarang ini orang-orang seperti sudah tidak menganggap Tuhan itu ada. Sekalipun menganggap Tuhan ada, mereka pikir kehidupan mereka bukan diatur oleh Tuhan, tetapi diatur oleh diri mereka sendiri. Mereka itu biasanya terbuka matanya kalau sudah menerima bencana. Itu dari sisi manusianya. Dilihat dari sisi bumi, bumi semakin lama semakin tua, dengan isu-isu global warming dan segala macam bencananya. Jadi, meskipun Tuhan tidak mengatakan tentang hal itu, itu pun sudah diramalkan oleh ahli-ahli geologi. Cuma, dengan segala kemurahan Hati-Nya, Tuhan yang adalah ALLAH yang penuh kasih, ya Dia mau menyelamatkan. Dan, buku ini adalah suatu tawaran. Tinggal sekarang orang yang mau mendengar dan kemudian mau menerima, berarti orang-orang itu memberi diri untuk diselamatkan.

Di buku Anda tertulis nubuatan Tuhan yang sudah terjadi, seperti bencana di Sulawesi Utara, di Cina, gunung-gunung yang meletus, dan tertera akan ada bencana lagi yang menimpa Yogyakarta setelah kemarin itu gempa bumi dan hujan batu. Bagaimana supaya bisa menghindar?

Kalau mengenai Yogyakarta itu memang ada dua hal. Yang satu itu tidak bisa dihindari, sehingga tidak bisa ada lagi tawar-menawar. Sedang satu hal lainnya, kalau orang bertobat masih bisa tidak terjadi. Jadi, kalau untuk Yogyakarta itu tanah turun seperti sinkhole, fenomena alam dalam bentuk lingkaran, itu tidak bisa tawar-menawar, itu pasti terjadi. Hanya saja, Tuhan mau memberitahu hal itu sebelum itu terjadi, supaya orang-orang yang berdoa, teristimewa dalam hal ini, ini menurut apa yang saya terima, berdoa melalui perantaraan doa Bunda Maria. Orang-orang itu akan selamat meskipun bencana itu datang. Dan, kemudian ada bencana kedua yang akan menyusul sinkhole itu, yaitu dataran Yogyakarta dan sekitarnya itu sudah tidak ada lagi. Nah, untuk hal itu masih bisa, jika orang tetap setia terus berdoa Rosario hal itu tidak akan terjadi. Suatu ketika saya sempat bertanya, “Tuhan, kenapa harus Bunda Maria yang berdoa bagi mereka?” Maksudnya, orang kan di sana begitu banyak orang Kristen, yang Katolik juga banyak. Bukankah mereka bisa berdoa sendiri, begitu kan? Terus, saya mendengar Tuhan mengatakan bahwa dosa-dosa di tempat itu sudah begitu mengerikan. Karena, apa yang mereka lakukan di sana itu banyak sekali yang sudah memeluk agama Kristen, percaya kepada Tuhan, tetapi mereka melakukan ritual-ritual okultisme, dualisme kepercayaan. Pernah satu ketika saya diperlihatkan orang melakukan ritual okultisme dengan mengorbankan janin bayi. Jadi, atas apa yang mereka perbuat, maka bencana yang akan menimpa tanah itu tidak bisa terhindari. Dan, orang-orang tidak bisa berdoa bagi diri mereka sendiri, sehingga mereka harus meminta melalui Bunda Maria, agar Bunda Maria yang mendoakan mereka.

Buku Anda menyatakan, Tuhan tidak berkenan dengan gerakan karismatik?

Suatu waktu Tuhan mengatakan, “Luruskanlah gerakan karismatik!” Dan, memang pada suatu kesempatan Tuhan membawa saya ke suatu persekutuan doa karismatik. Saya melihat ada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Roh Kudus. Misalnya, ada yang bernubuatan dengan memakai bahasa-bahasa roh, kemudian mereka berbahasa roh secara bersamaan. Sesudah itu mereka bernubuatan, satu per satu menyatakan bahwa hasil penglihatannya sama, dari bahasa roh dikatakan, oh Tuhan senang dengan ibadah ini. Bahwa semuanya baik, semuanya damai. Padahal, Roh Kudus yang berdiam di dalam diri saya mengatakan sebaliknya. Tuhan tidak berkenan dengan ibadah itu. Karena, ada satu hal yang penting sekali, yang menurut Tuhan itu tidak boleh dilakukan, adalah membelakangi sakramen mahakudus dalam tabernakel. Bagi gereja-gereja Katolik, ada Ekaristi yang ditahtakan dalam tabernakel. Menurut apa yang diimani warga Katolik, itu adalah Yesus yang sungguh-sungguh hadir di situ. Sehingga, Tuhan mengatakan untuk orang yang memimpin ibadah atau apa, jangan membelakangi tabernakel itu. Tuhan meneguhkan, itu adalah tempat suci.

Dalam buku Anda tertulis, Tuhan sangat membenci penyembuhan-penyembuhan dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani, atau apa yang bukan dari kuasa Tuhan sendiri?

Ya, benar. Benar sekali.

Padahal logika umat, “Kalau saya bisa sembuh dengan satu dan lain cara, itu juga kesembuhan dari Tuhan, kan?” Mengapa dibenci Tuhan?

Tanggal 7 Maret 2006, saat pertama kali Roh Kudus itu menyatakan kehadiran-Nya di dalam saya. Saat itu, yang paling pertama kali diberitahukan-Nya adalah penyembuhan alternatif yang disebut dengan Rei Ki. Dan kemudian, bukan hanya Rei Ki saja, tetapi hal-hal seperti Prana, dan yang lain-lainnya, yang menggunakan tenaga dalam, itu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Karena, Tuhan melihat manusia begitu mudah akan jatuh di dalam dosa asal melalui praktik-praktik yang demikian. Seperti Rei Ki, semua orang juga, meskipun yang tidak mengenal Yesus, mengklaim melalui Rei Ki bisa menjadi penyembuh. Jika memang demikian, berarti orang tidak lagi mengandalkan kesembuhan yang datang dari Tuhan. Karena itu dosa-dosa yang menghantar manusia untuk jatuh semakin dalam, itu ya karena kesombongan, karena merasa bisa melebihi Tuhan.

Kalau bukan dari Tuhan, berarti dari mana kuasa penyembuhannya?

Dari setan.

Di buku Anda dinyatakan Tuhan tidak suka dengan buku The Secret…?

Oh, ya… Ya, benar sekali.

Padahal buku itu begitu berpengaruhnya pada masa sekarang ini, orang takjub, sinya sangat dipercayai, bahkan itu mungkin menjadi semacam keyakinan universal. Dan, banyak kesaksian yang menyatakan buku itu isinya benar, kebenaran. Kenapa ketika masyarakat menyatakan itu betul dan bisa menerima, Tuhan malah menyatakan itu salah?

Ya, memang saya sendiri kaget waktu mengetahui hal itu. Karena, sebelumnya saya sendiri pun seperti…. apa namanya? (Terbius?) Heeh… Oprah Winfrey yang seperti itu, kan… setiap kali menonton siarannya… Wah, kayaknya baik ya menolong begitu banyak orang. Dan kemudian, ketika berbicara tentang buku The Secret dan juga filmnya itu, di situ dengan jelas Roh Kudus menjelaskan itu bukan berasal dari Tuhan. Karena, ajaran mereka mengenai Law of Attraction, bahwa manusia dengan pikiran mereka sendiri dapat menarik apa pun yang mereka mau. Kekayaan… dan memang sangat concern ke kekayaan. Nah, itu tidak sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan. Karena, segala sesuatunya ada di tangan Tuhan. Jadi, jika manusia sudah memakai prinsip bahwa manusia bisa menjadi Tuhan, yang mana itu memang mereka sebutkan dengan kalimat mereka di dalam film The Secret. Manusia itu terdiri dari molekul. Terus, Tuhan itu siapakah… mungkin disebut di ajaran agama “GOD” atau apa, tapi untuk mereka itu adalah “Alam” … nature… yang seperti itu. Manusia jika dilihat sebagai molekul-molekul terus bisa bersatu dengan alam, berarti manusia itu sendiri adalah “god”, “tuhan”. Jadi, dengan demikian itu memang sudah sangat tidak sesuai dengan ajaran Kristiani.

Itu sebabnya disebut dosa asal?

Ya! Ketika manusia siapa pun itu ingin menjadikan dirinya sebagai Tuhan, pada saat itulah manusia jatuh lagi ke dalam dosa asal.

Ok, ketika menanyakan pertanyaan ini, saya berpikir sebagai manusia yang tidak terbatasi oleh doktrin apa pun. Begini, saya melihat Tuhan semacam merasa “tersaingi”. Bahkan, orang yang sangat anti-Tuhan bisa mengatakan, Tuhan lagi paranoid karena takut dengan buku The Secret, takut dengan Rei Ki, takut dengan kuasa-kuasa setan. Bagaimana Anda membela Tuhan?

Ya, saya juga manusia biasa, saya rasa saya tidak cukup baik untuk membela Tuhan. Tapi, dalam beberapa kesempatan saya merasakan satu kehadiran Tuhan yang sangat nyata, perasaan saya saat itu merupakan bagian dari perasaan Tuhan. Nah, ketika menyikapi hal-hal seperti yang Pak Edy katakan, Tuhan yang ada di dalam diri saya merasa sangat sedih. Jadi, bukan karena tersaingi atau takut atau apa, tapi karena cinta kepada manusia. Karena, jika orang bisa melihat betapa menyedihkannya keadaan jiwa-jiwa yang terhilang dan tidak mengenal Allah, yang mungkin untuk orang lainnya disebut orang-orang yang terkutuk, atau orang-orang yang masuk dalam neraka. Aah, itu adalah suatu kesedihan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Sehingga, apa yang saya terima saat ini, bagaimana Tuhan mau berkarya melalui saya, itu adalah untuk membawa sebanyak mungkin orang-orang kembali lagi mengenal ALLAH yang benar. Karena, jika tidak mengenal ALLAH yang benar, akan berakhir di satu tempat yang sangat menyedihkan.

Mengapa Tuhan begitu bekerja keras, tanpa kenal lelah, dari zaman Adam sampai sekarang terus-menerus mengingatkan manusia supaya kembali kepada Dia? Nggak bosan-bosannya. Saya pikir, sebagai manusia, ngapain susah-susah? Ya, biarin saja masuk neraka..!?

Karena Tuhan adalah Cinta. Dan, cinta-Nya itu adalah cinta yang tiada tara, tiada batas, yang bahkan tidak ada satu kalimat mana pun yang bisa menerjemahkan itu, kecuali perasaan yang merasakan hal itu, atau jiwa yang mengalami bagaimana dicintai oleh Tuhan.

Manusia tidak merasakan dan mengenal itu ya? Makanya, Tuhan terus berkarya….

Itu sama seperti kalau misalnya orang yang lagi jatuh cinta…. Aku sangat mencintaimu…. Mengapa engkau tidak peduli kepadaku? Ya, seperti itulah…

Anda mendapatkan penglihatan Barack Obama akan menjadi pemimpin Amerika?

Ya, ya… tentang itu saya tidak bisa mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang presiden. Tetapi, satu hal yang pasti dia adalah seorang pemimpin Amerika.

Pemimpin yang akan tersakiti?

Ya! Itu adalah salah satu penglihatan yang sangat mengherankan saya. Karena, pada saat itu saya bahkan bisa dibilang tidak tahu apa-apa tentang seorang Barack Obama. Dia seorang calon presiden atau bagaimana, saya tidak terlalu tahu. Wajahnya pun saya tidak tahu. Cuma ya begitulah… Satu penglihatan itu biasa kemudian diikuti dengan hal-hal lainnya, di mana Tuhan, Roh Kudus, menuntun saya untuk mengerti apa yang Dia maksudkan. Setelah saya mengenal bahwa itu adalah Barack Obama, saya sedikit mengikuti keadaan dia. Dan, ada satu empati ya untuk Barack Obama, karena apa yang dia coba usahakan sekarang untuk Amerika dan mungkin juga pikirannya untuk dunia, adalah hal-hal yang duniawi seperti itu. Tapi, sampai saat ini dia belum tahu apa yang akan menimpa dia. Sehingga melalui buku ini… yah… ini dari saya pribadi berharap jika nanti hal itu terjadi kepada Barack Obama, dia tidak akan kehilangan pengharapannya pada Tuhan.

Persisnya apa yang akan menimpa Obama?

Saya seperti datang ke suatu tempat pengungsian atau pengasingan begitu, saya melihat seperti ada sekeluarga warga negro, ada perempuan-perempuan. Mereka sangat bersukacita menyambut seorang perempuan yang membawa bayi. Mereka masuk ke sebuah ruangan dan memanggil seseorang, menyatakan bahwa orang yang mereka tunggu-tunggu itu sudah datang. Bayi itu milik orang negro yang dipanggil tadi. Lalu, keluarlah seorang bapak-bapak berusia sekitar setengah abad, dia begitu terharu menyambut perempuan dan bayinya yang hilang itu. Pria itu ingin memeluk bayinya, wajahnya sangat terharu antara sedih dan senang, penuh air mata. Dalam penglihatan itu saya bisa lihat dia sangat ingin memeluk bayinya, tapi tidak bisa karena kedua tangannya sudah buntung. Sehingga, perempuan yang membawa bayi itu harus mendekat sangat dekat supaya bayinya bisa dia cium. Dia mencium bayi itu sambil menangis, berurai air mata… Penglihatan berakhir di situ.

Bagaimana dengan penglihatan perang yang akan melanda Amerika?

Saya melihat suasananya sangat kacau, saya tidak tahu itu siang atau malam. Berdebu-debu beterbangan begitu, sangat gelap, peluru-peluru ditembakkan, orang bisa terkena peluru nyasar. Orang-orang berlarian seperti harus keluar ke perbatasan untuk menyelamatkan diri.

Mengapa buku Anda tidak bercerita tentang masa depan negeri ini?

Ya, dalam hubungan saya dengan Tuhan, saya menerima, sangat jarang bertanya tentang apa yang akan terjadi. Tuhan memberikan sesuatu dan saya menerimanya. Cuma untuk Indonesia… sampai saat ini tidak satu petunjuk pun, selain hal-hal yang akan terjadi di Yogyakarta.

Di buku Anda juga ada pesan Tuhan Yesus Kristus untuk umat Muslim?

Oh, ya… tentang umat Muslim sekali waktu Tuhan berkata, “Mereka adalah anak-anak-Ku juga.”

Kapan itu turun?

Itu belum terlalu lama ini ya… belum sampai setahun. Dan… tapi… ini sih di luar buku… Pernah satu kali ketika saya sedang berada di internet, terus membaca di sebuah forum ada yang menulis sesuatu tentang seorang tokoh Muslim, saya lupa siapa namanya. Dan kemudian, kata-kata yang diucapkan orang itu langsung ditanggapi oleh Roh yang berdiam di dalam saya. Dan Roh itu adalah Roh Kudus yang menyatakan keberatan-Nya bahwa seorang Kristen tidak sepantasnya melontarkan kalimat-kalimat yang menghakimi sesamanya seperti itu… Karena itu dia, bagaimanapun mereka adalah anak-anak Tuhan juga.

Agama mana pun selalu melihat agamanya atau keyakinannya itu adalah Jalan satu-satunya. Tanpa Jalan itu, tidak ada tempat atau tujuan. Di Alkitab, Yesus mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Bagaimana dengan umat lain yang tidak mengenal Kristus sebelumnya, meninggal sebelum zaman Kristus, atau sebelum Tuhan berkarya seperti di buku ini,apakah mereka bisa terselamatkan?

Jadi, untuk seluruh dunia keselamatan itu ditawarkan. Jadi diberikan, anugerah saja ya. Maksudnya bukan atas usaha siapa pun itu baru orang bisa selamat, tetapi karena Tuhan yang memang mau memberikan Diri-Nya untuk keselamatan seluruh umat. Sehingga, memang butuh suatu kebijaksanaan dan suatu pengenalan akan ALLAH, untuk bisa mengerti dengan sungguh-sungguh makna dari hanya satu Jalan untuk keselamatan. Sehingga, sebenarnya kita tidak perlu untuk, misalnya, menghakimi suatu denominasi atau yang di luar gereja itu tidak selamat. Karena, suatu ketika Tuhan mengatakan bahwa orang masuk Surga atau masuk neraka itu adalah hak Tuhan, bukan hak manusia mana pun. Sehingga, yang mengatakan kamu selamat, saya selamat, atau siapa pun yang selamat, itu adalah hak Tuhan.

Adakah peluang bagi umat lain yang katakanlah jalan dengan agamanya atau kebenarannya sendiri?

Tentu saja ya… karena Tuhan Yesus mengatakan: “Carilah maka kamu akan mendapat.” Tidak mungkin dong semua orang yang mencari Tuhan dengan setulus hati, Tuhan menutup mata kepada mereka, itu sangat tidak mungkin. Karena, Tuhan adalah ALLAH yang penuh kasih, sehingga siapa pun yang mencari Tuhan dengan kerendahan hati, dan dengan setulus hati, Tuhan dengan cara-cara-Nya yang misterius, dengan cara-cara-Nya yang penuh misteri ya, Dia akan membawa orang-orang itu pada keselamatan. Dan, hal-hal itu tidak bisa dibatasi oleh doktrin-doktrin manusia.

Tuhan masih berbicara dengan Anda?

Amin, sampai detik ini. Kalau hari ini tidak ada pesan, tapi kalau kemarin ada.[ez]