Tags

Aleysius H. Gondosari

Aleysius H. Gondosari

Kebanyakan orang beranggapan bahwa untuk memperoleh kehidupan yang sehat dan berkualitas itu mahal sekali biayanya. Bisa dimaklumi, mengingat setiap kali kita pergi berobat ke dokter, biayanya tidaklah murah. Terlebih kalau keluhannya adalah penyakit-penyakit “mahal”, yang artinya obatnyalah yang mahal sekali. Sementara, untuk menjaga kesehatan tubuh sehari-hari dengan mengonsumsi makanan-makanan tambahan (food supplement), biasanya juga perlu biaya tidak murah.

Namun, Aleysius Hanafiah Gondosari, yang menekuni metode Energi 5 elemen, jelas-jelas menyatakan bahwa untuk hidup sehat itu sesungguhnya tidak perlu biaya besar. “Setiap orang bisa menjadi sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, segar, sederhana, murah. Dan, bahan makanannya juga mudah ditemukan dalam menu sehari-hari,” jelasnya. Aley, panggilan akrabnya, menyebut contoh makanan sehat seperti beras merah, tape segar, tempe segar, air kelapa tua, pepaya, semangka, mentimun, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari mana Aley mengetahui jenis-jenis makanan yang menyehatkan tersebut? Ternyata, pria kelahiran Padang, 12 Juli 1961 ini mengembangkan sebuah metode deteksi energi yang punya akar panjang dalam sejarah ilmu kesehatan dunia. Metode itu ia sebut Energi 5 Elemen yang berakar pada filosofi maupun praktik kesehatan sejak zaman Asia dan Eropa kuno. “Metode Energi 5 Elemen adalah ilmu pengetahuan universal yang telah dikenal di berbagai belahan dunia, sejak ribuan tahun yang lalu,” kata Aley yang beristrikan Lilyana, seorang dokter umum itu.

Sesungguhnya, background Aley yang jebolan Teknik Elektro ITB (1984) dan Magister Manajemen Internasional Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta (1995), ini adalah dunia industri yang kental dengan berbagai praktik bidang manajerial. Bapak dari dua anak ini, Vidya Cecilia dan Angela Karina, kariernya memang dihabiskan di perusahaan manufaktur dan berulang kali berhasil mendesain rancang produk yang sukses di pasaran. Tak ayal, kepiawaiannya di bidang manajerial membuatnya sering diundang sebagai dosen tamu di almamaternya maupun perusahaan-perusahaan mitra kerjanya dulu. Belakangan setelah pensiun, Aley lebih menekuni hobinya membuat berbagai website informasi, dan terutama lagi mengembangkan metode Energi 5 Elemen yang begitu menantang itu.

Nah, kepada pembaca setia website motivasi ini, secara khusus Aley membeberkan rahasia hidup sehat secara murah dengan metode deteksi Energi 5 Elemen itu. Di Indonesia, tampaknya baru Aley yang mengembangkan, bahkan mungkin memanfaatkannya secara sistematis, untuk mendapatkan informasi akurat tentang cara hidup sehat yang alami. Berikut petikan wawancara tertulis Edy Zaqeus dari AndaLuarBiasa.com dengan Aleysius belum lama berselang:

Bagaimana ceritanya sampai Anda menemukan metode Energi 5 Elemen ini?

Sejak kecil saya sudah tertarik dengan pengobatan alami. Waktu SMP, saya pernah berlatih Yoga Asanas. Kemudian saya tertarik berlatih Tai Chi waktu SMA. Waktu kuliah, saya mulai vegetarian, berlatih meditasi, dan mulai belajar pengetahuan 5 elemen. Setelah bekerja, saya sempat berlatih prana, reiki, dan belajar pijat refleksi. Dari semua yang saya pelajari, akhirnya saya memilih mendalami Energi 5 Elemen karena cukup lengkap, alami, dapat menjelaskan sebab akibatnya, dan menyelesaikan masalah kesehatan dalam keluarga.

Kapan mulai serius mendalami metode ini?

Saya mulai serius mendalami energi kesehatan 5 Elemen ketika Ibu saya terkena stroke pertama kali tahun 2003. Selain itu, anak-anak saya hampir setiap bulan sakit flu. Istri saya juga terkena hipertiroid dan benjolan di dada. Paman saya pernah sakit mag bertahun-tahun dan tidak sembuh-sembuh. Kejadian-kejadian tersebut memicu saya mencari makanan sehat melalui analisis Energi 5 Elemen. Sejak itu, saya mulai rajin memeriksa jenis-jenis energi kesehatan 5 Elemen pada tumbuh-tumbuhan yang secara alami bisa membantu kesehatan Ibu, anak, dan istri. Ternyata, dengan mengubah pola makan dengan menu makanan yang lebih sehat, semuanya menjadi lebih sehat. Setelah itu, keluarga dan teman-teman juga mulai sering menanyakan tentang energi kesehatan mereka, juga bagaimana cara menyembuhkannya secara alami.

Akar dari metode yang Anda temukan ini dari mana atau dari ilmu apa?

Ilmu pengetahuan ini saya peroleh ketika saya mulai belajar meditasi. Energi 5 Elemen yang dikenal dengan elemen Ether, Udara, Api, Air, dan Bumi, sebenarnya telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di Yunani, India, Tibet, China, dan Jepang. Di Yunani, 5 Elemen dipelajari oleh para filsuf yang sudah kita kenal seperti Empedocles, Hippocrates, yang juga dikenal sebagai Bapak Kedokteran, juga Plato, Aristoteles, dan Archimedes, yang terkenal dengan Hukum Archimedes. Kata ether berasal dari kata aether yang diperkenalkan oleh Archimedes, dan diartikan sebagai esensi.

Kalau akar metode ini di negara-negara yang Anda sebut tadi?

Di India, 5 Elemen sudah dikenal dalam filsafat Hindu, filsafat Buddha, Sistem 7 Chakra, dan dalam pengobatan kuno Ayurveda. Di Tibet, 5 Elemen dikenal dalam Bön, yaitu filsafat kuno Tibet. Di China, 5 Elemen dikenal dalam Kitab Klasik China, yaitu I Ching, dan dalam filsafat Tao di mana 5 Elemen disebut sebagai Wu Xing. Tradisi Jepang juga mengenal 5 Elemen sebagai Go Dai. Jadi sebenarnya, 5 Elemen adalah ilmu pengetahuan universal yang telah dikenal di berbagai belahan dunia sejak ribuan tahun yang lalu.

Jadi, esensi Energi 5 Elemen itu apa?

Sebenarnya, 5 Elemen adalah bentuk-bentuk materi dan energi dalam berbagai tingkatan. Dalam ilmu pengetahuan modern, Einstein telah membuat rumus persamaan materi dan energi, di mana materi dan energi sebenarnya adalah sama, hanya bentuknya berbeda. Dalam ilmu pengetahuan modern, energi dikenal dalam berbagai bentuk. Misalnya; energi potensial, energi kinetik, energi panas, energi cahaya, energi bunyi. Dan, ada juga energi elektromagnetik yang diaplikasikan dalam radio, televisi, handphone, WiFi, dan alat komunikasi lainnya.

Sementara, para ilmuwan dan filsuf zaman dahulu membuat tingkatan materi dan energi dalam istilah yang lebih spesifik, yaitu dalam bentuk Energi 5 Elemen itu tadi. Penjelasan begini: Bumi adalah energi dalam bentuk paling padat, yaitu dapat dilihat, dirasakan, dan dapat dipegang. Air adalah energi dalam bentuk cair, dapat dilihat, dirasakan, dapat dipegang, dan dapat berubah bentuk. Api adalah energi dalam bentuk yang lebih halus, dapat dilihat, dirasakan, tetapi tidak dapat dipegang, dan mudah berubah bentuk. Udara adalah bentuk energi dalam bentuk yang lebih halus lagi, dapat dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat, dan tidak dapat dipegang. Misalnya, emosi atau perasaan yang lebih halus dan lebih tinggi. Ether adalah entuk energi dalam bentuk yang paling halus, hanya dapat disadari, tetapi tidak dapat dirasakan, tidak dapat dilihat, dan tidak dapat dipegang. Contohnya adalah imajinasi, ide, konsep, sistem, atau pemikiran.

Lalu, dari mana sumber Energi 5 Elemen itu?

Sumbernya Energi 5 Elemen yang sehat berasal dari sinar matahari pagi, udara segar, air sehat, dan makanan sehat. Selain itu, juga bisa berasal dari terapi sehat, seperti pijat refleksi, olahraga sehat, yoga asanas, kata-kata dan motivasi positif, doa, dan meditasi. Selain 5 Elemen yang bersifat fisik atau duniawi, dikenal juga elemen keenam yang bersifat spiritual, dikenal dengan nama Elemen Kesadaran dalam Sistem 7 Chakra, dan Chi atau Qi dalam Wu Xing.

Secara umum, cara kerja metode Energi 5 Elemen ini bagaimana?

Prinsipnya adalah kelancaran energi, keseimbangan energi, dan kekuatan energi 5 Elemen pada manusia. Bila energi pada seluruh elemen mengalir lancar, seimbang, dan kuat, maka berarti orang tersebut sehat. Semua benda merupakan sumber energi, termasuk manusia. Manusia memancarkan berbagai jenis energi termasuk Energi 5 Elemen itu tadi. Dengan mendeteksi Energi 5 Elemen pada manusia, maka kita dapat mengetahui kondisi kesehatan orang yang bersangkutan. Sebab, manusia mempunyai pusat-pusat energi untuk elemen Ether, elemen Udara, elemen Api, elemen Air, dan elemen Bumi.

Aley bersama tim desain di pabrik

Aley bersama tim desain di pabrik

Bisa dijelaskan lebih detail lagi?

Begini, elemen Ether terpusat pada tenggorokan dan mewakili organ kepala dan tenggorokan. Elemen Udara terpusat pada dada dan mewakili organ dada. Elemen Api terpusat pada bagian perut, mewakili organ pencernaan dan hati. Elemen Air terpusat pada bagian bawah perut, mewakili organ ginjal dan reproduksi. Sedangkan elemen Bumi terpusat pada bagian bawah tulang ekor, mewakili organ kaki dan tangan. Pada orang yang sehat, energi kesehatan akan mengalir dari elemen Ether, turun ke elemen Udara, ke elemen Api, ke elemen Air, dan terakhir ke elemen Bumi. Bila energi mengalir lancar, maka energi pada seluruh elemen ini akan kuat dan seimbang. Bila ada gangguan kesehatan, maka aliran energi akan terhenti, dan akan ada kekurangan energi pada elemen tertentu.

Misalnya, energi pada elemen Api berkurang. Akibatnya, orang tersebut mengalami gangguan pencernaan. Untuk mengobatinya, kita dapat menggunakan kencur yang mempunyai energi penyembuh untuk elemen Api. Selanjutnya, kita dapat menggunakan wortel atau bengkuang segar untuk melancarkan kembali energi yang terhenti. Selain terhenti, efek yang lebih berat adalah terbaliknya arah energi, misalnya energi mengalir dengan arah terbalik dari elemen Api ke elemen Udara. Hal ini berarti sakit akibat gangguan pencernaan naik ke jantung, sehingga fungsi jantung terganggu. Untuk itu, kita seharusnya mengobati penyebabnya, yaitu pencernaan, dengan menggunakan kencur supaya gangguan jantung otomatis berkurang.

Apa beda metode Energi 5 Elemen ini dengan misalnya tenaga prana, tenaga cakra, terawang aura, atau bahkan tenaga gaib, misalnya?

Manusia memancarkan berbagai macam energi. Ini dapat diumpamakan seperti gelombang radio atau TV yang mempunyai frekuensi berbeda-beda. Semua bisa ditangkap oleh pemancar yang melakukan tuning atau penalaan pada frekuensi tersebut. Demikian pula energi-energi ini bisa dideteksi oleh praktisi. Energi prana bisa dideteksi oleh praktisi prana. Aura bisa dideteksi oleh praktisi aura. Demikian pula, Energi 5 Elemen juga bisa dideteksi oleh praktisi 5 Elemen.

Setiap metode tentunya mempunyai kelebihannya masing-masing. Ada metode yang melakukan transfer energi secara langsung kepada penderita sakit seperti prana. Pada metode Energi 5 Elemen, tidak ada transfer energi secara langsung kepada orang yang sedang sakit. Pengobatan dilakukan secara alami. Orang yang bersangkutan dapat mengobatinya sendiri dengan mengonsumsi makanan sehat, yaitu makanan yang mengandung Energi 5 Elemen. Tetntunya makanan yang sesuai untuk meningkatkan energi pada elemen tertentu yang sedang kekurangan energi, dan melancarkan energi yang terhambat tadi.

Aley bersama partner di Jepang

Aley bersama partner di Jepang

Apa sebenarnya fungsi-fungsi utama dari metode Energi 5 Elemen?

Fungsi utamanya membantu kelancaran Energi 5 Elemen pada manusia, dan juga meningkatkan energi yang kurang pada elemen tertentu dengan mengonsumsi makanan sehat yang sesuai. Bila energi lancar dan meningkat, maka sakit pada elemen tersebut akan berkurang, dan otomatis organ-organ pada elemen tersebut juga akan sembuh.

Apakah ada dukungan data atau penelitian ilmiah yang menguatkan metode ini?

Saat ini saya belum ada kerja sama dengan badan penelitian ilmiah, khususnya di bidang kesehatan. Jadi, orang yang sakit menginformasikan langsung kepada saya, bahwa sakitnya telah berkurang atau sembuh. Misalnya, sakit kaki pada lutut sudah sembuh, gangguan pencernaan sudah tidak terjadi lagi, jantung sudah tidak berdebar-debar. Lalu, ada yang bengkak di lehernya sudah hilang, bisul di mata sudah kering, benjolan di dada sudah hilang, gangguan sakit kepala dan insomnia sudah tidak ada lagi. Seperti itu.

Persisnya, apa yang Anda lakukan untuk membantu penyembuhan mereka?

Yang saya lakukan saat ini adalah mendeteksi dan mengukur energi sehat orang tersebut dengan menggunakan Indeks Sehat. Ini adalah indeks yang saya formulasikan sebagai parameter ukur relatif untuk kesehatan manusia dan penyakit. Indeks ini saya peroleh dengan mengukur perbandingan kuat lemahnya energi yang diukur melalui metode Energi 5 Elemen. Indeks ini akan diwakili oleh angka yang menunjukkan perbandingan relatif antara energi yang diukur dengan energi yang paling sehat atau paling sakit.

Indeks Sehat mempunyai nilai relatif dari minus 100 hingga plus 100. Angka minus menunjukkan sakit atau tidak sehat. Angka nol menunjukkan kondisi tidak sehat dan tidak sakit. Sedangkan angka plus menunjukkan sehat. Walaupun demikian, dalam kasus-kasus yang luar biasa, angka indeks ini bisa saja lebih besar dari 100. Misalnya, penyakit kanker yang paling berat akan mempunyai Indeks Sehat minus 200. Saya akan membandingkan Indeks Sehat orang tersebut sebelum dan setelah mengonsumsi makanan sehat. Biasanya, Indeks Sehat akan meningkat dari minus menuju plus. Bila orang tersebut mengatakan dirinya sudah sehat, maka Indeks Sehatnya biasanya juga sudah plus.

Sebelum lebih jauh lagi, apa ada kemungkinan metode ini melanggar atau bertentangan dengan keyakinan agama, misalnya?

Menurut saya, tidak ada. Sebab konsep 5 Elemen bersifat universal, dan sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di pusat-pusat filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia, seperti saya singgung di muka tadi. Jadi, 5 Elemen tidak mengacu pada agama tertentu. Jadi, aplikasi metode ini antara lain adalah cara sehat dengan mengonsumsi makanan tertentu. Makanya, orang yang mengonsumsi makanan sehat 5 Elemen, dia tidak perlu melakukan ritual tertentu. Dia hanya perlu lingkungan sehat, seperti sinar matahari pagi, udara segar, air sehat, serta mengonsumsi makanan sehat dan segar lainnya.

Baik, saya akan fokus pada pertanyaan tentang deteksi bahan makanan sehat. Terkait dengan hal itu, apa manfaat terbesar Metode 5 Elemen ini?

Manfaat terbesarnya adalah bahwa setiap orang bisa menjadi sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, segar, sederhana, murah, dan mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Untuk sehat tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Yang penting adalah kemauan untuk menjadi sehat. Sehat adalah hak semua orang, dan semua orang bisa mempelajari cara sehat melalui metode Energi 5 Elemen.

Aley bersama partner di Taiwan

Aley bersama partner di Taiwan

Menurut artikel-artikel yang Anda tulis, ternyata bahan-bahan makanan yang sederhana dan murah itu bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang sering diderita masyarakat kita, benarkah?

Memang benar. Saya sendiri mengonsumsi beberapa makanan tersebut secara rutin. Misalnya, beras merah, kencur, tempe segar, tape segar, wortel, bengkuang, dll. Demikian juga saudara-saudara dan teman-teman saya. Setelah mengonsumsi air tajin beras merah, sejak beberapa tahun lalu, kedua anak saya hampir tidak pernah sakit flu. Bila sakit, paling hanya flu ringan dan mereka masih bisa bersekolah. Sebelumnya, hampir tiap bulan sakit karena ketularan teman-teman sekelasnya. Demikian pula kencur. Beberapa saudara yang sakit mag berat bisa sembuh dengan mengonsumsi kencur. Sementara, dengan mengonsumsi tempe segar dan tape singkong segar, itu bisa membantu menghilangkan sakit kepala, migrain, dan orang insomnia jadi lebih mudah tidur. Mentimun pahit misalnya, itu ternyata dapat membantu menstabilkan kelenjar tiroid, sehingga tidak terjadi hipertiroid atau hipotiroid. Demikian pula, air kelapa tua atau matang, ternyata dapat menyehatkan ginjal dengan membersihkannya dari asam urat dan racun. Lalu wortel segar, itu dapat menyembuhkan sakit kaki dari asam urat.

Wah, bahan-bahan makanan sehari-hari yang mudah didapat itu punya manfaat sangat besar seperti itu, harusnya untuk jadi sehat secara murah dan alami itu tidak sulit, dong?

Logikanya memang demikian. Tetapi, biasanya kita terbentur pada kebiasaan makan. Sebab, orang akan terpaksa memilih antara makan enak atau makan sehat. Memanjakan lidah atau memelihara kesehatan otak, jantung, pencernaan, hati, ginjal, pankreas, dan kaki. Sebenarnya manusia adalah makhluk kebiasaan. Jadi, mengonsumsi makanan sehat bisa dibiasakan.

Persoalannya, bagaimana tetap bisa memanjakan lidah, sementara makanan yang dikonsumsi tetap menyehatkan?

Makanan sehat, sebetulnya juga cukup banyak yang enak-enak. Misalnya, buah-buahan,  bengkuang segar, jus wortel dan tomat, atau tape singkong segar. Lalu, sayur-sayuran yang dilalap dengan sambal, misalnya. Berikutnya, ada jagung, ubi, singkong, dan kentang yang dikukus. Tempe segar itu juga enak dimakan, kalau sudah biasa. Untuk beras merah, kalau belum biasa makan, bisa minum air tajinnya saja. Ini juga sehat. Nah, untuk mengatasi antara enak dan sehat, kita bisa mengambil jalan tengah. Misalnya, mengombinasikan antara makan enak dengan makan sehat. Selain itu, juga melalui variasi menu makan harian.

Apa makanan yang sehat dan baik untuk mengatasi stres?

Beberapa makanan sehat untuk mengatasi stres atau gangguan ketegangan psikis antara lain tape singkong segar, tempe segar, susu yoghurt, dan mentimun, terutama bagian yang pahit.

Kalau minuman seperti kopi dan teh, apa bahayanya?

Teh tanpa gula pada umumnya bersifat netral. Tetapi, bila diminum dengan air panas, teh akan memengaruhi kesehatan pencernaan pada elemen Api. Selain itu, bila diminum dengan gula secara rutin setiap hari, teh juga akan memengaruhi kesehatan pankreas pada elemen Air, dan juga memengaruhi kesehatan kaki pada elemen Bumi. Ini karena efek negatif gula. Hampir sama dengan teh, kopi tanpa gula umumnya juga bersifat netral. Tetapi, bila kopi diminum dengan air panas, itu akan memengaruhi kesehatan pencernaan pada elemen Api. Selain itu, bila diminum dengan gula secara rutin setiap hari juga akan memengaruhi kelenjar tiroid pada elemen Ether, dan juga pencernaan pada elemen Api. Jadi, kalau teh dan kopi itu tidak manis namun diminum secara rutin, sebenarnya tidak begitu bermasalah.

Kalau minuman berkarbonasi, bir, atau arak itu bagaimana?

Minuman berkarbonasi umumnya bersifat asam. Sehingga, bila diminum secara rutin setiap hari, itu akan memengaruhi kesehatan pencernaan pada elemen Api. Bila minuman berkarbonasi menggunakan gula berkalori, maka kesehatan kaki pada elemen Bumi dan pankreas pada elemen Air juga akan terganggu. Sementara kalau bir itu jelas berbahaya untuk jantung pada elemen Udara, dan ginjal pada elemen Air. Orang yang sering minum bir akan kekurangan energi pada elemen Udara dan elemen Air. Kalau arak itu berbahaya untuk kelenjar tiroid pada elemen Ether, jantung pada elemen Udara, dan kaki pada elemen Bumi. Orang yang sering minum arak akan kekurangan energi pada elemen Ether, elemen Udara, dan elemen Bumi.

Aley bersama keluarga tercinta yang semakin sehat

Aley bersama keluarga tercinta yang semakin sehat

Orang berobat ke dokter kemudian didiagnosis menderita penyakit tertentu, lalu diberi obat yang sama. Namun anehnya, mengapa pada kasus pasien tertentu obatnya manjur, pada kasus pasien lain bisa tidak manjur sama sekali? Apa yang menyebabkan hal itu?

Hal ini bisa terjadi karena kondisi tubuh mereka tidak sama. Sebagai contoh, ada pasien A yang sudah kebal dengan antibiotik, sehingga harus diberi antibiotik. Pasien B, sebaliknya mungkin sudah kebal dengan antibiotik, sehingga harus diberi antibiotik. Ada juga faktor alergi, sehingga pasien yang menderita alergi tertentu, tidak cocok dengan obat tertentu. Selain itu, ada juga pasien yang selain sakit utama yang didiagnosis, juga sebenarnya menderita sakit mag, sehingga tidak cocok dengan obat yang bisa mengganggu pencernaan. Bila hal ini diperiksa dengan metode Energi 5 Elemen, maka bisa diketahui apakah pasien tersebut cocok atau tidak dengan obat tersebut. Tentunya tetap dengan memerhatikan kecocokan energinya.

Bicara makanan sehat, mengapa Anda sama sekali tidak mengupas soal daging yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan akan protein dan lemak dalam tubuh?

Memang, ada yang menyebutkan bahwa daging dan telur juga dapat digunakan sebagai obat. Tetapi, dari analisis Energi 5 Elemen, ternyata energi daging dan telur tidak cocok dengan Energi 5 Elemen pada tubuh manusia. Yang cocok dan mempunyai Indeks Manfaat positif adalah energi tumbuh-tumbuhan, udara segar, air sehat, dan sinar matahari pagi. Energi daging binatang berkaki empat mempunyai Indeks Manfaat yang negatif terhadap kesehatan. Demikian pula energi daging binatang berkaki dua dan telur. Hanya ikan yang bersifat netral dan mempunyai indeks manfaat nol.

Jadi, dalam hal ini, sebenarnya kita perlu melihat efek jangka panjangnya. Mungkin, dalam waktu singkat kita melihat seolah-olah ada manfaat kesehatannya. Tetapi, dalam jangka panjang, akan merugikan kesehatan kita. Sementara, mengenai kebutuhan protein, Hiromi Shinya, dalam bukunya yang terkenal The Miracle of Enzyme mengatakan bahwa dengan menu 100 persen vegetarian sekalipun, orang tetap dapat memperoleh cukup protein.

Jadi, alasan Anda ini bukan semata karena Anda vegetarian?

Bukan, tetapi karena memang hasil analisis Energi 5 Elemen menunjukkan makanan daging ini tidak cocok dengan kesehatan manusia. Sebagai vegetarian, saya tentu saja boleh mengonsumsi gula, santan, mentega, dan margarin. Juga boleh minum kopi, meminum minuman berkarbonasi, atau makan goreng-gorengan. Tetapi, saya tetap memasukkan makanan-makanan ini dalam golongan makanan tidak sehat karena memang tidak cocok dengan kesehatan manusia.

Dari penjelasan Anda, saya tahu efek negatif sejumlah bahan makanan. Persoalannya, kalau saya misalnya terlampau menggemari makanan tersebut, lalu bagaimana cara menanggulangi, atau setidaknya mengurangi dampak negatifnya?

Ini hal yang umum terjadi. Anak saya juga masih senang makan daging, ikan, dan telur. Jalan keluarnya, kita bisa mencoba membuat menu makanan yang lebih seimbang. Maksudnya seimbang antara makanan sehat dengan makanan enak yang tidak begitu sehat itu. Sebagai contoh, diet makrobiotik menganjurkan adanya keseimbangan antara 20 persen makanan hewani dengan 80 persen makanan nabati yang sehat dan segar. Lagi, Hiromi Shinya, setelah meneliti kesehatan pencernaan dari ribuan orang Amerika dan orang Jepang, bahkan menganjurkan makanan ideal yang terdiri dari 15 persen hewani dan 85 persen nabati yang segar dan sehat.

Selain itu, bila makanan tersebut memang kurang baik untuk kesehatan, sebaiknya jumlahnya dikurangi atau frekuensi menunya dikurangi. Sebagai contoh, pada waktu kuliah, saya senang makan mi instan karena memang praktis. Sekarang juga tetap suka. Tetapi, ternyata bumbu mi instan kurang sehat bila dikonsumsi setiap hari. Jalan keluarnya adalah dengan mengurangi bumbu pada saat memasak mi. Saya biasa mengganti sebagian bumbunya dengan garam dan gula, lalu juga mengurangi frekuensi makan mi instannya. Atau, kadang saya mengombinasikan mi instan dengan makanan sehat seperti sayur-sayuran.

Kabarnya Anda sedang menulis buku mengenai topik yang kita bicarakan ini. Apa tujuan Anda menulis buku atau membuka masalah ini ke khalayak?

Betul. Menjadi sehat adalah hak semua orang. Sehat itu juga dapat dilakukan oleh semua orang dan tidak diperlukan biaya yang besar. Yang penting adalah keinginan untuk menjadi sehat. Di Indonesia, makanan sehat berlimpah seperti saya katakan sebelumnya. Hanya, yang perlu lebih diperhatikan adalah kesegarannya dan cara memasaknya.[ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi.