Tags

Raden Mas Panji Wuryanano

Raden Mas Panji Wuryanano

Doa adalah sesuatu aktivitas yang paling dianjurkan dalam kehidupan berdoa versi agama apa pun. Tetapi diakui atau tidak, dalam dunia nyata doa juga merupakan ajaran agama yang paling diagungkan sekaligus yang paling sering “diprotes”. Bagi orang yang sangat meyakini bahwa doa adalah jembatan emas dalam berkomunikasi dengan Tuhan, doa sungguh-sungguh menjadi bagian tak terpisahkan dari iman, sesuatu yang diyakini kemutlakannya. Sementara bagi sebagian lainnya, doa dipersepsi tak lebih dari sekadar anjuran yang indah di teori, tetapi sulit dalam realitas. Penilaian yang belakangan ini muncul dan menjadi dilema di mata orang-orang yang merasa doa-doanya tidak pernah dikabulkan oleh Tuhan.

Seolah ingin menjawab persoalan itulah, terbit buku dengan judul yang sangat impresif, Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan (GPU, 2009), karya Wuryanano. Bagi pemilik nama lengkap Raden Mas Panji Wuryanano ini, ternyata kunci terkabulnya doa-doa kita adalah justru pada penyikapan kita sendiri. Dengan kata lain, orang mesti paham betul bagaimana harus bersikap di hadapan Tuhan dalam doa-doanya. Orang harus pula tahu bagaimana meyakini sebuah doa yang dipanjatkan. Pun orang harus bagaimana menyambut terkabulnya doa itu dengan serangkaian tindakan pasti dan terarah untuk mewujudkan keinginan dalam doa tersebut.

“Kita harus ada daya upaya untuk mengambil atau meraih doa yang sudah terkabul itu. Antara lain dengan rencana dan tindakan nyata, bukan hanya secara lisan atau di dalam pikiran dan hati saja,” ungkap pria kelahiran Surabaya, 22 Mei 1964 itu. Selain itu, kita seharusnya juga menyadari bahwa Tuhan sering kali menjawab doa kita dengan “bahasa” yang berbeda dengan bahasa doa kita. Sama-sama menunjukkan bahwa Tuhan mengabulkan doa kita, tetapi mungkin kita perlu kepekaan, kearifan, kebesaran hati, serta kedalaman jiwa untuk bisa menyadarinya.

Sehari-hari, Wuryanano dikenal sebagai pengusaha di berbagai bidang, seperti peternakan, garmen, merchandising, butik, supermarket, restoran, percetakan, rumah herbal dan spa, serta lembaga pendidikan dan pelatihan profesi. Kesuksesannya sebagai pengusaha telah mendorong Wuryanano untuk terus berbagi pengalaman, keterampilan, dan semangat ke berbagai kalangan. Suami dari Christine Wuryanano serta ayah dari Riyadh Ramadhan dan Rafidh Rabbani ini sendiri aslinya adalah seorang dokter hewan. Namun, perjalanan hidup yang penjang serta sukses yang diraihnya ternyata telah menempa dia menjadi seorang motivator dan inspirator yang berperan bak seorang “dokter mental”.

Melalui karya keempatnya ini, Wuryanano hendak menguatkan semua orang akan pentingnya bertekun dalam doa dalam “sikap doa” yang benar. Karya ini juga menjadi bukti keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa-doa kita. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari www.andaluarbiasa.com dengan Wuryanano yang dilakukan melalui pos-el belum lama berselang:

Sudah berapa buku yang Anda tulis?

Sudah empat buku saya tulis sejak terbit buku pertama saya pada Oktober 2006. Buku pertama saya berjudul The Touch of Super Mind yang mengetengahkan tema berdasarkan keyakinan saya. Bahwa, setiap orang pasti dianugerahi kekuatan pikiran super. Kekuatan pikiran yang dahsyat pengaruhnya bagi kehidupan kita masing-masing. Keyakinan saya, bahwa apa pun yang saya pikirkan terbukti menjadi kenyataan. Itu semakin membuktikan, bahwa pikiran manusia punya kekuatan untuk menarik apa pun yang telah mendominasi pikirannya itu.

Pikiran kita bisa mewujudkan apa saja?

Kita bisa melakukan apa pun dengan pikiran kita. Seperti, menjalani kehidupan lebih baik dan lebih bahagia. Itulah sebabnya saya menyebut Super Mind Power alias Kekuatan Pikiran Super. Karena, kekuatan super itulah yang akan menyeret kehidupan kita sesuai dengan apa yang telah mendominasi pikiran kita; baik ataupun buruk, semuanya akan menjadi kenyataan. Bergantung pada apa yang mendominasi pikiran kita.

Wuryanano: Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan?

Wuryanano: Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan?

Buku ini juga bukti gagasan Anda tersebut?

Ya, buku pertama saya ini juga sebagai bukti, bahwa apa yang saya pikirkan akan segera menjadi kenyataan. Nama saya sebelumnya tidak pernah dikenal sama sekali oleh penerbit mana pun di Indonesia, apalagi oleh penerbit besar. Dan, di buku pertama cetakan pertama, tidak ada nama lain selain nama saya, itu juga semacam test and measurement atas apa yang saya lakukan. Terbukti! Buku pertama saya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, kurang lebih dua minggu setelah naskah saya diterima penerbit.

Karya Anda selanjutnya?

Sebulan setelah buku pertama terbit, muncullah buku kedua saya berjudul Super Mind for Successful Life. Buku ini mengupas lebih dalam tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan pikiran super yang memang dianugerahkan oleh Tuhan ke dalam diri setiap manusia. Saya tegaskan di buku kedua saya itu, bahwa jika kita ingin mengubah nasib lebih baik, lebih sukses, maka terlebih dulu kita harus mau mengubah pola pikir kita menjadi lebih baik pula. Sehingga, itu akan membentuk sikap, tindakan, dan kebiasaan lebih baik. Akhirnya, kita akan punya karakter diri yang juga lebih baik. Dan, itu dipastikan akan membuat nasib kita menjadi baik pula.

Inti gagasan yang melandasi buku kedua Anda ini apa?

Saya sangat meyakini bahwa kesuksesan itu selalu hanya tertarik kepada orang-orang yang pikirannya—dengan sengaja—sudah dipersiapkan untuk menarik sukses itu sendiri. Pikiran sukses akan bersifat seperti ‘magnet sukses’, yang hanya akan menarik segala bentuk kesuksesan.

Buku ketiga Anda judulnya apa?

Juni 2007 terbit buku ketiga saya, The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit. Buku ini berisi prinsip-prinsip pribadi saya dalam menjalani kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan selalu bersemangat setiap saat. Ada 21 prinsip yang telah saya jalankan dan terbukti menyelamatkan saya dari keterpurukan secara ekonomi maupun mental.

Apa saja di antaranya?

Berani bermimpi besar, berani bertanggung jawab, berani bertindak, dan fokus pada sasaran. Lalu prinsip kekuatan keyakinan, kekuatan ketekunan, kekuatan keuletan, kontrol emosi diri, rasa empati, komunikasi efektif, dan kebiasaan sukses. Berikutnya adalah sikap positif, disiplin pribadi, integritas diri, skala prioritas, sifat adaptif, senang humor, rasa syukur, wawasan ilmu pengetahuan, pilihan sukses, dan komitmen pribadi.

Judul buku Anda  ini sangat mengena dan indah sekali. Bagaimana sampai menjatuhkan pilihan pada judul tersebut?

Naskah saya ini awalnya berjudul The Secret of Successful Prayer, Rahasia Doa yang Terkabul. Tetapi, karena pertengahan 2008 sudah muncul buku dengan judul The Secret, maka saat akan mengirimkan naskah ke penerbit pada 2009 ini, terpaksa harus mengganti judulnya. Karena saya tidak ingin dianggap ‘mengekor’ buku The Secret. Akhirnya, secara cepat, spontanitas saja, dan tidak berpikir lama, saya menggantinya dengan judul Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan. Saya kirimkan Selasa 24 Pebruari 2009, dan dua hari kemudian diterima oleh redaksi penerbit GPU. Dan, spektakuler! Tanggal 13 Maret 2009 saya dapat informasi buku saya sudah diterbitkan dan sudah diterima kantor cabang Gramedia Surabaya. Wow… luar biasa prima! Buku launching Sabtu 14 Maret 2009, saat acara Show Off UKM Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya. Ini juga bukti lagi terkabulnya doa saya. Alhamdulillah.

Apa latar belakang Anda menulis buku ini?

Ide saya menulis buku ini karena saya sering melihat dan mendengar, betapa banyak orang yang mengeluhkan rumitnya kehidupan yang mereka jalani. Banyak orang selalu mengeluh dan merasa tidak berhasil dalam kehidupannya. Bahkan, sering juga menghujat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Tuhan telah pilih kasih dalam memberikan rahmat dan rezeki-Nya.

Wuryanano: Berbagi pengalaman dan semangat

Wuryanano: Berbagi pengalaman dan semangat

Apa gagasan besar atau pokok-pokok isi buku ini?

Lewat buku ini, saya ingin berbagi ke banyak orang, bahwa sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa itu Mahaadil kepada setiap makhluk ciptaan-Nya. Dan, Dia selalu mengabulkan setiap keinginan manusia, karena Dia itu Mahakaya-Raya, Maha-Segalanya di jagad raya ini. Orang yang merasa tidak dikabulkan doa atau keinginannya, bisa jadi karena mereka belum bisa berbaik sangka kepada Tuhannya. Dan, mereka juga tidak menyadari, bahwa Tuhan sudah berjanji kepada manusia, apa pun yang diminta oleh manusia akan selalu dikabulkan oleh-Nya. Ini pemikiran yang ingin saya bagikan kepada banyak orang lewat buku saya tersebut.

Semua orang pasti ingin doanya dikabulkan. Berkaca pada pengalaman Anda sendiri, apa sebenarnya rahasia dari doa-doa yang selalu dikabulkan itu?

Tidak ada rahasia dalam berdoa kepada Tuhan. Paling penting saya tekankan di buku ini adalah mengenai sikap kita pada saat kita berdoa kepada Tuhan. Rahasianya adalah bagaimana kita bersikap pada saat memohon kepada-Nya.

Sesungguhnya, apa ada sih doa yang bagus dan doa yang jelek itu?

Sebenarnya, inti berdoa itu untuk kebaikan bukan untuk keburukan. Doa yang bagus semestinya untuk kebaikan diri sendiri maupun untuk orang lain. Kalau berdoa untuk keburukan itu namanya bukan berdoa, tetapi mengutuk dan sumpah serapah. Jadi, semua doa itu bagus, tidak ada yang jelek.

Ada anggapan begini, bahwa sebagai si pemohon alias orang yang berdoa, kita seharusnya tidak boleh “memaksa” Tuhan untuk selalu memenuhi atau mengabulkan apa yang kita minta. Pendapat Anda?

Ya, etika berdoa kita itu seperti apa? Banyak orang bahkan menjadikan Tuhan itu seperti ‘budaknya’, meminta segala sesuatu dengan cara memaksa-Nya agar cepat mengabulkan keinginan orang itu. Tidak ada sopan-santun pada saat berdoa. Inilah sikap yang harus diubah!

Logikanya, pada saat kita mau bertemu dengan orang yang lebih tua, atau orang yang punya posisi sosial dan jabatan lebih tingi dari kita, pastilah kita akan bersikap sopan-santun kepadanya. Apalagi jika mau bertemu dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tentunya sikap kita harus sangat sopan-santun. Jauh lebih baik lagi dibandingkan jika kita bertemu dengan sesama manusia.

Ada lagi yang namanya doa “egois” yang isinya hanya permohonan-permohonan pribadi kepada Tuhan. Komentar Anda?

Sering kali manusia memang egois, maunya diri sendiri yang enak. Sehingga, jika berdoa selalu hanya keinginannya saja yang diutarakan kepada Tuhan. Oleh karena itu, di dalam agama kita, ada petunjuk bagaimana sebaiknya berdoa kepada-Nya. Ada semacam tata krama di dalam berhubungan dengan Tuhan lewat doa kita, termasuk petunjuk untuk ikut mendoakan orang lain.

Menurut Anda, apakah ada batasan waktu bagi terkabul atau tidaknya doa kita?

Batasan waktu terkabulnya doa? Hanya Tuhan yang berhak tahu. Ini sesungguhnya berkaitan dengan sopan-santun berdoa kepada Tuhan. Itu bukan hanya berdoa secara lisan saja, melainkan juga harus meyakininya di dalam lubuk hati terdalam. Sehingga, dengan demikian kita juga akan membuat rencana-rencana tindakan yang berkaitan dengan keinginan doa kita itu. Jadi, berdoa itu juga harus dilakukan dengan tindakan nyata untuk meraih apa yang menjadi doa keinginan kita tersebut.

Andil dalam menggerakkan masyarakat dengan memotivasi

Andil dalam menggerakkan masyarakat dengan memotivasi

Jadi kita sendiri juga mesti berusaha mewujudkan doa kita itu atau bagaimana?

Ini karena kita hanya manusia biasa. Meskipun memang Tuhan selalu mengabulkan doa kita, tetapi doa yang sudah dikabulkan-Nya itu masih digantungkan di atas kita. Sehingga, kita harus ada daya upaya untuk mengambil atau meraih doa yang sudah terkabul itu. Antara lain dengan rencana dan tindakan nyata, bukan hanya secara lisan atau di dalam pikiran dan hati saja.

Adakalanya Tuhan juga mengabulkan doa kita dengan cara menggantikan doa kita dengan hal yang lebih baik bagi kita nanti. Ini juga pemikiran yang saya sampaikan di buku saya itu. Kadang kala kita minta duit banyak kepada Tuhan. Dan, Tuhan mungkin menggantikannya dengan cara menyelamatkan nyawa kita dari musibah, misalnya.

Jadi, Tuhan mengabulkan doa kita melalui beragam cara dan bentuk perwujudan?

Memang, Allah bisa saja langsung mengabulkan doa sama persis seperti yang dipanjatkan kepada-NYA. Tetapi, itu menurut saya hanya fasilitas untuk para Nabi dan Rasul, atau orang-orang pilihan Tuhan sendiri. Dan, itu bukan fasilitas untuk kita manusia biasa. Ini juga penting untuk dipahami oleh kita semua. Termasuk juga mengenai kapan batasan waktu terkabulnya doa kita. Semuanya itu urusan dan hak prerogatif Tuhan. Kalau kita sudah bisa berprasangka baik kepada Tuhan, maka itulah yang akan terjadi pada diri kita. Tuhan itu sesuai dengan apa yang diprasangkakan oleh hamba-Nya kepada-Nya.

Sesungguhnya, apakah ada yang salah sih dengan meminta apa saja kepada Tuhan?

Sebagai manusia ciptaan-Nya, kita memang dianjurkan oleh Tuhan agar senantiasa berdoa memohon kepada-Nya, dan hanya kepada-Nya. Bukan berdoa kepada selain Tuhan. Jadi, boleh saja kita meminta apa pun itu kepada Tuhan Allah.

Selain menjadi seorang pengusaha, Anda juga dikenal sebagai motivator. Apa yang menarik atau apa makna dari menjadi seorang motivator itu?

Saya terjun menjadi pembicara publik sebagai motivator baru pada tahun 2004. Dalam aktivitas keseharian sebagai pengusaha, saya melihat betapa banyak orang—tidak peduli latar belakang pendidikan dan ekonomi—ternyata sering merasa kurang atau bahkan tidak merasakan kebahagiaan serta keberlimpahan hidup. Itu yang mendasari saya untuk ikut terjun di dunia motivasi ini. Saya ingin berbagi, menginspirasi, dan memotivasi banyak orang agar bisa selalu menikmati indahnya kehidupan ini.

Biasanya hal-hal pokok apa saja yang menjadi materi pelatihan atau aktivitas motivasi Anda?

Saya lebih sering membawakan materi motivasi di bidang personality development, positive attitude, dan entrepreneurship.

Kalangan mana saja yang sudah Anda motivasi?

Saya sering tampil berbicara kepada masyarakat umum, masyarakat dunia pendidikan, maupun perusahaan-perusahaan yang menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Juga bicara untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mempersiapkan calon pensiunan agar bisa menjadi entrepreneur di masa pensiunnya, dan tidak terjangkit penyakit post power syndrome.

Wuryanano bersama keluarga tercinta

Wuryanano bersama keluarga tercinta

Pada masa sekarang ini, masyarakat kita sangat butuh dorongan yang kuat untuk terus bergerak maju. Menurut Anda, apa yang bisa mempercepat pergerakan ke arah kemajuan masyarakat kita?

Era globalisasi memang bisa memengaruhi mentalitas kita secara positif maupun negatif. Kita semua memang punya kewajiban untuk ikut serta memajukan negeri ini. Oleh sebab itu, menurut saya, masyarakat Indonesia ini masih memerlukan figur-figur yang bisa dijadikan sebagai contoh dan teladan dalam menjalani kehidupan yang bahagia dan sukses sejahtera. Masyarakat Indonesia tetap butuh figur-figur sukses yang bisa menginspirasi dan memotivasi untuk terus bergerak maju dalam menjalani kehidupan.

Sudah semestinya kalau setiap orang terlibat dalam upaya memajukan negeri ini. Menurut Anda, pada sisi atau aspek mana kita bisa ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut?

Sebenarnya, jika setiap orang yang bisa dimasukkan ke dalam kategori sukses secara finasial maupun secara mental attitude, mau ikut terjun memberikan inspirasi dan motivasi kepada masyarakat negeri ini, saya yakin tidak akan ada lagi keterpurukan hidup. Tidak akan ada lagi kesengsaraan maupun kekejaman di kehidupan ini. Saya pikir di sinilah kita bisa ikut berperan. Namun, ini memang diperlukan kesadaran secara hati nurani dari para insan sukses negeri ini, untuk ikut berbagi pengalaman hidup sukses kepada masyarakat, tanpa terlalu berhitung bisnis. Ya, ikhlas berbagi tanpa tendesius pada rupiah… hahahaha…. Semoga saja segera terwujud kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai motivator muda, masih panjang jalan dan ladang kiprah Anda ke depan. Apa saja yang masih ingin Anda lakukan?

Memang dari sisi usia, saya masih tergolong muda. Baru 45 tahun dari total jatah usia 150 tahun, hahaha…. Ini yang saya doakan kepada Allah agar saya selalu dikaruniai kesehatan, awet muda, kebahagiaan sejati, dan keberlimpahan dalam setiap aspek kehidupan saya. Sehingga, dengan demikian saya bisa lebih lama lagi berbagi pengalaman dan pengetahuan saya untuk kebaikan umat manusia di bumi ini.

Di samping itu, saya ingin lebih banyak lagi bisa berperan menyantuni banyak anak yatim piatu, fakir miskin, maupun anak-anak terlantar di negeri ini. Serta yang juga menjadi obsesi saya adalah saya semakin banyak bisa mencetak eksekutif profesional andal dan para entrepreneur sukses. Yang mana itu sudah saya lakukan dengan mendirikan Lembaga Pendidikan Profesi Swastika Prima Entrepreneur Campus. Sejak saya dirikan pada tahun 2000 silam, lembaga itu telah melahirkan ribuan eksekutif profesional dan entrepreneur sukses.

Baik, terima kasih untuk wawancara yang luar biasa ini!

Semoga wawancara dengan Anda ini membawa berkah dan manfaat untuk menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Juga agar orang senantiasa bergerak maju terus dan bersemangat luar biasa prima dalam menjalani kehidupan yang penuh kebahagiaan dan keberlimpahan ini. Amin.[ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi.