Tags

Johanes Ariffin Wijaya: Menerima Posmo Award

Johanes Ariffin Wijaya: Menerima Posmo Award

Ia dikenal sebagai seorang inspirator dan motivator muda yang suka menggabungkan permainan sulap dan hipnosis dalam setiap acara seminar dan pelatihan. Johanes juga  dikenal sangat rajin menelurkan karya berupa buku. Dalam usianya yang relatif masih muda, lelaki kelahiran Jakarta 14 Oktober 1977 ini sudah menghasilkan 15 judul buku laris. Bukan itu saja,  ia juga pernah menerima penghargaan Muri, Posmo Award, penghargaan Citra Generasi Pembangunan Indonesia, penghargaan Citra Eksekutif dan Profesional 2009, dan masih banyak lagi.

Terakhir, Johanes meluncurkan dua judul buku sekaligus, dan salah satunya yang berjudul The Secret of Hypnosis cukup mendapat perhatian dan sambutan positif dari pasar. Tampaknya, demam acara sulap dan hipnosis di televisi ikut memengaruhi kegairahan publik dalam menerima karya tersebut. Namun, sesungguhnya buku yang ditulis Johanes bareng dengan Setia I. Rusli (ahli hipnosis) itu sendiri memang berisi berbagai hal dasar dalam bidang hipnosis yang layak diketahui masyarakat luas.

“Hipnosis dapat digunakan oleh orang-orang untuk menjadi lebih percaya diri, lebih luar biasa, sehingga jika dirinya menjadi percaya diri dan luar biasa, pastilah motivasinya akan tinggi,” jelas Johanes tentang buku terbarunya itu. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat masih suka salah paham terhadap pengertian dan pemanfaatan hipnosis itu sendiri. Masih banyak orang beranggapan hipnosis itu seperti ilmu hitam. Padahal menurut Johanes, hipnosis sesungguhnya merupakan ilmu manajemen pikiran yang bisa dimanfaatkan sepenuhnya bagi kesuksesan seseorang.

Bicara mengenai dunia permotivasian, suami dari Mimi Kurniasari ini mengaku optimis bahwa ke depannya peran motivator akan semakin dibutuhkan oleh masyarakat kita. Terlebih melihat fakta bahwa jurang antara sebagian masyarakat yang sudah ber-mindset positif dengan yang ber-mindset tidak positif masih teramat lebar. Bahkan, ia berkeyakinan bahwa apa pun profesi yang kita tekuni, di situ kita bisa menjadi motivator. Dari titik ini, sesungguhnya banyak orang bisa mengambil peran positif dalam menggerakkan dan memajukan bangsa ini.

Masih banyak hal yang bisa didiskusikan bersama motivator yang juga seorang pengusaha ini. Semua hal menyangkut penulisan buku dan permotivasian selalu menarik perhatiannya. Berikut petikan wawancara Johanes Ariffin Wijaya dengan Edy Zaqeus dari AndaLuarBiasa.com yang berlangsung akhir Juli 2009, melalui percakapan online:

Apa judul buku karya terbaru Anda?

The Secret of Hypnosis dan juga buku EO – 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis EO karena terbitnya bersamaan.

Kabarnya judul yang pertama mendapat predikat buku terbaik. Apa isi buku tersebut?

Ya, buku tersebut mendapatkan predikat buku motivasi terbaik booth Penebar Swadaya (sebuah grup penerbitan: red), ketika Jakarta Bookfair 2009. Karena, rupanya hipnosis dapat digunakan oleh orang-orang untuk menjadi lebih percaya diri, lebih luar biasa, sehingga jika dirinya menjadi percaya diri dan luar biasa, pastilah motivasinya akan tinggi.

Apa latar belakang Anda menulis buku tersebut?

Pertama, hipnosis itu adalah ilmu tentang manajemen pikiran. Kedua, menulis untuk mempraktikkan ilmu dan bisa membagikan kepada para pembaca. Ketiga, memang lagi demam acara The Master di televisi. Keempat, memberitahukan tentang rahasia-rahasia di balik hipnosis. Mungkin anggapan sebagian orang, hipnosis itu ilmu hitam, pakai magic, mantra, dll. Tetapi nyatanya tidak. Hanya dengan kekuatan pikiran dan komunikasi saja, salah satu bentuk ilmunya adalah NLP atau Neuro Linguistic Programming. Lalu kelima, memberitahukan kepada masyarakat tentang bagaimana cara mencegah kejahatan hipnosis. Dan keenam, dengan hipnosis orang bisa memaksimalkan potensi dirinya, lho. Ini yang membuat buku ini dapat predikat terbaik, di bawah buku Hillary Clinton, lho!

Buku tersebut terbit kapan dan sejauh ini bagaimana pasar menanggapinya?

Terbit Juni 2009. Dan buku ini diterima oleh pasar karena demam The Master. Sudah cetak ulang dan dalam satu bulan penjualannya sudah mendekati angka 10.000, efektif bulan juni 2009. Sekarang Juli 2009, baru satu bulan sudah cetak ulang dan penjualannya good-good-good. Laporan dari toko-toko buku juga sangat memuaskan.

Johanes dalam sebuah acara peluncuran buku terbaru

Johanes dalam sebuah acara peluncuran buku terbaru

Ini buku yang keberapa dan berapa lama proses penulisannya?

Ini buku ke-15 saya, yang The Secret of Hypnosis ya. Menulisnya kurang lebih tiga bulan bersama dengan Setia I. Rusli, teman saya yang pakar hipnosis juga. Cuma ke penerbitnya memakan waktu sekitar satu setengah tahun. Saya harus sabar menunggu momen yang tepat. Ssaya tidak menyerah. Buku ini pun sempat ditolak oleh beberapa penerbit. Namun saya percaya, semangat, semangat, semangat, dan tetap antusias. Akhirnya buku ini berhasil terbit, malah sukses dan diterima oleh pasar. Kebetulan momenya sangat tepat, ya. Pembacanya ada dari anak kecil sampai dewasa, mereka yang suka nonton The Master. Ada juga yang mau ikut audisi hehehe….

Tampaknya Anda banyak menggunakan teknik co-writing untuk menulis buku. Apa kurang dan lebihnya cara itu?

Menurut saya, sekarang kita harus kolaborasi karena masing-masing sudah punya pangsa pasarnya. Saya tidak melihat ada kekurangannya dengan sistem kerjasama. Malah sangat bagus. Tetapi saya kerjasama selama naskah itu masih dalam lingkup pengetahuan saya saja. Memang, lebih cepat pembagian tugas lebih enak. Misalnya, rekan saya tentang A sampai H, saya selanjutnya. Kalau ide, selama bahan dasarnya untuk menulis buku sama, memang ada terjadi sedikit perbedaan. Tetapi ketika dibahas, akhirnya sama lagi tuh. Ini menggunakan teknik negosiasi yah, terhadap rekan dan penerbit hehehe….

Cara ini juga bagus untuk membranding penulis baru. Menurut Anda?

Buat saya ndak apa. Saya senang bisa membantu teman-teman penulis baru. Mereka terbantu dengan saya kok, saya senang-senang saja. Hidup ini indah kalau kita bisa membantu orang lain, kan? Anda sudah baca buku Motivmagic yang ada permainan sulap di sana? Ada video tentang “King Make King”. Nah, orang sukses adalah orang yang bisa membantu orang lain untuk sukses.

Kalau dari sisi penulis, bagaimana proses penulisan semacam itu, mulai dari pemunculan ide sampai eksekusi penulisannya?

Kadang-kadang saya yang munculkan ide, terus ajak kerjasama dengan teman atau rekan, yang punya visi dan misi sama, gitu lho! Kalau Motivmagic dan The Secret of Hypnosis karena kebetulan bercerita tentang dunia misteri hehehe…. Ndak tahu pas ketemu Pak Bobby langsung saja, yuk kita buat motivasi dengan magic. Dengan Pak Setia, pas ketemu yuk kita buat hipnosis. Eh, Pak Setia bilang, “Ayo, gua juga mau bikin tuh sama lu.” Begitu.

Anda dikenal sebagai motivator yang sering memasukkan hipnosis dalam seminar-seminar Anda. Mengapa demikian? Nilai tambahkah?

Yes, salah satu training saya adalah berjalan di atas api dan beling. Itu menggunakan hipnosis. Pastinya untuk menambah percaya diri, semangat, dan antusiasme. Jika seseorang pede (percaya diri: red) dan antusias, segala sesuatunya akan menjadi lebih mudah. Dan, itu pastinya nilai tambah bagi saya, termasuk permainan sulap dan hipnosis.

Hipnosis dalam seminar atau pelatihan motivasi itu sebagai jalan pintas untuk mendapat motivasi, atau ada alasan lain?

Salah satunya. Semua pembicara sebetulnya tanpa sadar menggunakan hipnosis massa. Termasuk Anda juga, kan? Hehehe.… Itu juga memasukkan pikiran-pikiran positif, itu pun menggunakan teknik hipnosis juga. Salah satunya afirmasi positif atau pembayangan jalan di atas beling atau api, bahwa jika kita mau kita pasti bisa.

Nah, ini penjelasan yang bagus tentang hipnosis. Apa semua orang yang tidak secara langsung belajar hipnosis pun bisa menghipnosis?

Begini, sejak kecil sebetulnya kita menghipnosis diri kita sendiri. Coba bayangkan, kalau kita pakai baju itu kan biasanya mulai dengan memasukkan tanggan kiri dulu atau kanan. Nah, coba diubah, sekarang kebalikannya. Nah, itu sangat sulit, gitu lho! Tetapi kalau mau diubah kebiasaan itu, lakukan selama 21 hari berturut-turut, pasti bisa. Contoh, kalau bangun tidur jam 5 ya. Kita mau bangun tidur lebih awal, misalnya jam 4.30. Kita perlu setel jam weker. Tetapi cukup selama 21 hari kita lakukan terus-menerus. Nanti setelah itu tanpa weker pun kita akan bangun jam 4.30. Itu contoh untuk menhipnosis diri sendiri. Tetapi kalau menghipnosis orang lain, memang ada cara dan teknik-teknik tersendiri.

Bersama istri tercinta Mimi Kurniasari

Bersama istri tercinta Mimi Kurniasari

Minta contoh self instant hypnosis lagi. Bagaimana menghipnosis diri sendiri supaya tidak malas?

Kata-katanya yang harus diubah hehehe…. Misalnya, “saya rajin”, “saya seorang yang rajin”, “saya rajin”. Caranya, sebelum tidur katakan seperti ini, “Saya akan tertidur dengan pulas, besok saya akan bangun pada pagi hari—sebutkan jamnya, misalnya jam 05.00—saya bangun dalam keadaan segar, sehat, berenergi positif, dan rajin.” Bangun tidur katakan pada diri sendiri, boleh sambil lihat di kaca, “Saya seorang yang rajin. Saya rajin, saya berenergi, saya bersemangat, saya pede!”

Menarik sekali. Bagaimana menghipnosis diri supaya tidak stres atau setidaknya mengurangi stres…?

Kalau yang ini harus dengan bantuan dari agama dan keyakinannya. Misalnya, afirmasinya seperti ini: “Saya selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang Tuhan berikan. Apa pun yang Tuhan berikan kepada saya, saya sangat mensyukuri dan berterima kasih.” Tetapi, ini jangan diterima mentah-mentah seperti itu. Kalau stresnya, misalnya, ndak ada duit, ndak mau kerja ya bagaimana bisa bersyukur hehehe…. Maksudnya, ini stres kalau kita sudah kerja maksimal, tetapi hasilnya masih kurang, nah itu lho caranya. Katakan kita selalu bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan. Ini juga ada teknik tentang pikiran positif afirmasi, hipnosis. Segala sesuatu itu diambil hikmah positifnya, begitu….

Bagaimana Anda memandang peran orang-orang seperti Anda sendiri dan juga kolega Anda yang bergerak di bidang motivasi? Apa sumbangsih profesi motivator ini bagi masyarakat kita?

Dengan menjadi motivator, kami pasti sangat senang sekali. Karena, selain kami bisa memotivasi orang lain, kami sebetulnya juga sedang memotivasi diri sendiri. Karena sebagai manusia, wajar saja bila hidup ini pasti ada yang namanya turun naik. Tetapi, bagaimana caranya supaya ketika kita turun kita bisa naik lagi, itu kan permasalahannya? Kalau ditanya apakah saya tidak pernah down, saya katakan dengan jujur, saya pernah dan sering sekali down.

Tahun 2008, saya belajar rugi sebesar ratusan juta. Tetapi buat saya, memaknai rugi itu sebagai proses belajar. Saya buat mindset saya belajar yang memang mahal. Kalau saya terus-menerus terlena, apakah saya bisa maju? Saya langsung putuskan untuk: “Ayo bangkit!” Jadi, saya tidak ada waktu untuk sedih karena pembelajaran itu karena saya langsung semangat lagi. Ketika saya mengajar di kelas, saya pun ikut semangat lagi, membakar diri sendiri.

Menurut Anda, bagaimana masyarakat kita memandang peran dan profesi motivator itu?

Menurut saya, apa pun profesinya, kita bisa menjadi motivator. Siapa saja. Saya terkesan dengan seorang office boy yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi. Caranya, dia sangat rajin sekali membelikan makanan staf kantor. Lalu, uang (upah atau kembalian yang diberikan kepadanya: red)  ditabung, terus dibelikan sebuah motor. Dia kasih sewa ke temannya untuk mengojek, sementara dia sendiri naik angkot. Mengojek kan temannya setor terus-menerus? Berikutnya uang setoran ojek temannya dan juga upah di kantornya dia belikan motor kedua, motor ketiga, motor keempat. Memang sih kredit, tetapi sekarang motornya yang sudah lunas ada tiga buah dan lima buah motor kreditan. Ojeknya pun berkembang, luar biasa! Nah, itu pun sudah jadi motivasi buat saya. Terus orang tua kita adalah motivator juga. Saya lihat ayah saya yang terkenal disiplin dan ibu saya yang penuh dengan cinta kasih. Karena itu saya menulis buku I Love U dan dapat MURI.

Kisah office boy tadi merupakan bukti bahwa siapa pun dengan latar belakang apa pun dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, asal ada kemauan berbuat?

Yes!

Kalau menurut Anda, dari titik mana kita bisa mengubah kehidupan kita?

Sebetulnya, banyak sekali. Ketika di titik terendah, kita juga bisa seperti kawan kita yang menulis The Power of Kepepet. Kita juga bisa ketika kita lagi senang di posisi puncak. Ada juga ketika titik biasa-biasa saja. JK Rowling adalah orang miskin harta, pertamannya. Tetapi dia kaya ide. Akhirnya, Harry Potter luar biasa. Menurut saya, di segala titik kalau mau lebih sukses ya harus tinggalkan comfort zone. Seorang yang sudah sukses ingin sukses, harus tinggalkan zona nyamannya.

Memberikan motivasi untuk mengubah mindset masyarakat

Memberikan motivasi untuk mengubah mindset masyarakat

Untuk bisa meraih hidup yang lebih baik, mana yang harus berubah dulu; tindakan atau mindset kita?

Pastinya mindset. Mindset yang dilakukan dengan tindakan. Saya melihat seperti tukang becak yang melakukan tindakan-tindakan, kemudian bekerja keras. Tetapi, kalau mindset tidak mau sukses, tidak akan sukses. Kalau tukang becak yang mau sukses dia pasti akan punya dua sampai tiga becak. Dia bisa sewakan becak-becaknya. Jadilah suatu saat dia tukang becak yang sukses, punya puluhan becak yang disewakan. Kalau tindakan-tindakan kemudian mindset-nya ndak jalan, tidak akan pernah sukses. Memang keduanya harus sejalan ya. Kalau mindset doang, tidak ada tindakan, juga tidak bisa jalan ya.

Mindset seperti apa yang harus diubah dan diganti dengan mindset macam apa?

Mindset budaya nerimo, sudah cukup, ndak bisa, dll. Harus diubah dengan serba bisa, masih ada peluang, masih ada kesempatan, dll. Yang penting ada unsur RA, receiveable dan achieveable. Maksudnya bisa dicapai selama itu bisa dengan RA, kita lakukan terus-menerus.

Bagaimana Anda memandang peran para mahasiswa dalam kebangkitan masyarakat kita? Tentunya dikaitkan juga dengan motivasi dan semangat untuk hidup menjadi lebih baik….

Pastinya para mahasiswa ini harus memiliki mental atau mindset positif. Karena lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan mereka adalah penggerak-penggerak di berbagai bidang. Mindset untuk hidup positif, bebas dari KKN, sehingga kalau mahasiswa sudah baik atau berpikiran positif, negara akan lebih maju. Saya sudah memulainya dengan memberikan seminar training citra diri kepada anak-anak SMU dan SMK. Saya minta dukungan dan bantuan Anda untuk sosialisasi kepada teman-teman. Harus dimulai dari SMU, bahkan SD. Penanaman mental di Tiongkok sudah sejak SD. Ada buku budi pekerti namanya Di Ti Kuei. Jadi, budi pekerti ditanamkan dari kecil.

Mereka harus lebih banyak disentuh oleh para motivator kita?

Pastinya. Walaupun mereka kadang-kadang berisik pas di kelas, kita maklumin hehehe…. Namanya juga masih kecil. Tetapi, kita beri sentuhan kasih sayang, cinta kasih. Cinta kasih kepada negara, kepada Ibu Pertiwi. Mana mau dia berbuat curang kepada negara kalau ditanamkan rasa Ai Kuo, cinta negara, seperti di Tiongkok. Memang ada sih satu dua orang, tetapi akan mengurangi banyak. Bentuk curang kan bisa korupsi dan menyelundupkan barang-barang ilegal, dll. Kalau ditanya kenapa rakyat Tiongkok bisa maju seperti sekarang ini, jawabannya ini; ketika saya ke sana belajar dari Mr Yang Kwang, dia katakan satu, cinta pada negara, cinta pada orang tua, cinta pada diri sendiri, cinta pada budi pekerti. Cinta pada budi pekerti termasuk bagaimana sih caranya berhadapan dengan guru, dengan saudara, dengan atasan, dengan bawahan, dll.

Menurut Anda, motivasi masyarakat kita untuk maju bagaimana? Tinggi atau rendah?

Masih terkotak-kotak. Ada yang sudah tinggi dan sudah maju, ada yang masih rendah. Jurangnya sangat lebar sekali.

Indonesia harus belajar dari China

Indonesia harus belajar dari China

Pada posisi mana Anda akan menempatkan diri di tengah-tengah situasi demikian?

Ya, saya sebagai motivator harus bisa ke kedua sisi. Kami sering membuat kelas-kelas dengan harga yang terjangkau biar yang di posisi rendah bisa ke posisi yang lebih tinggi.

Bagaimana Anda melihat dunia permotivasian 10-20 tahun ke depan?

Pasti rame nih. Kita memang perlu banyak motivator, lho! Nah, siapa saja bisa jadi motivator, kan? Seperti di AS, kan banyak tokoh-tokoh motivasi dunia dari Indonesia. Dengan budaya-budaya daerah kita, dengan “semangat 45” kita.

Terkait dengan mindset kolektif yang tadi dan peran para motivator, bagaimana kondisi mental bangsa kita 10-20 tahun ke depan?

Pastinya akan lebih maju, ya. Makanya tugas kita untuk memberikan mindset dengan buku-buku. Karena, dengan buku kita bisa menyebarkan mindset positif sampai ke dalam-dalam daerah yang mungkin kalau kita datangi butuh waktu berjam-jam.

Baik terakhir, mimpi-mimpi Anda ke depan terkait dengan pencapaian diri maupun masyarakat kita?

Saya ingin membuat suatu seminar yang bisa dihadiri oleh 100.000 orang dengan harga tiket yang murah, misalnya Rp 5.000 atau Rp 10.000. Mengapa harus bayar? Karena kalau bayar mereka akan lebih serius dibandingkan dengan gratis. Itu agar mindset manusia Indonesia bisa lebih maju. Mimpi saya juga terus-menerus berkarya untuk bangsa dan negara Indonesia. Termasuk ide kreatif saya, membuat motivitamin; vitamin motivasi dalam bentuk buku dalam kemasan botol.[ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi.