Tags

, ,

Oleh: Edy Zaqeus

Melanjutkan diskusi melalui status saya sebelumnya, yang kemudian saya jadikan note berjudul “Apakah Kita Diri yang Sama di Surga atau Neraka Nanti?”, saya munculkan status ‘serumpun’ (5-6 Sept 09) yang ternyata mengundang berbagai komentar berisi. Tidak ingin diskusi ini menguap begitu saja, maka saya jadikanlah note berikutnya dan semoga komentar masih berlanjut untuk memperkaya materi diskusi ini.

Oh ya, provokasi statusnya berbunyi demikian:

“Saya ingin mendengar pandangan, teori, atau imajinasi dr rekan sekalian (dg latar keyakinan apa pun) atas pertanyaan yg selalu menggelayuti batas-batas imajinasi saya. Apakah setan (lucifer, iblis, dll) dan malaikat (siapa pun namanya) itu bisa punya KEHENDAK atau bahkan punya FREE WILL? Hayo…”

Saya pernah mendiskusikan hal tersebut (kira-kira 3-4 bulan yang lalu) dengan Tinny Maria Awuy, penulis buku “Namaku Nafiri: Lihatlah Anak Domba Allah”. Dan, terjadilah diskusi yang seru selama beberapa jam dan menambahkan banyak hal dalam pemahaman dan permenungan saya.

Berikut komentar rekan-rekan atas status di atas dan juga tanggapan saya:

Anang Robbi: cuma setan saja yg mempunyai kehendak untuk menyesatkan manusia,sedangkan malaikat tidak.

Dyah Apri Rohayati: Kl waktu tdk berubah,puasa terus donk kpn bknya!

Edy Zaqeus: @ Mas Anang: Berarti, setan punya kehendak, malaikat tidak ya…
@ Saroh: ….πŸ™‚

Akhmad Anshari: tidak ada yang punya kehendak selain Dia..sang maha menghendaki..

Edi Syahputra: menurut saya ga ada sih…setan itu cuma sombong aja…lain dari itu kayaknya dia baik2 aja ..

Irwan Ignatius: I believe that it’s the human being who has evil as well as angel side and capabilities. So, it’s up to the human whether he wants to become evil or angel ….

Dyah Apri Rohayati: Kl menurut ajaran agama sy malaikat tdk py kehendak takdirnya adalah patuh tampa py hasrat,sedangkan setan py kemampuan untuk mebelokan iman manusia,tp aq ndak tau setan py kehendak atau tdk.:-)

Djatmiko Tanuwidjojo: dua-duanya punya freewill, karena kedua-duanya proyeksi dari dunia terang dan dunia gelap dari hidup manusia. cuma manusia itu suka ‘ngeles’, jika dia berbuat kesalahan atau dosa (dalam definisi ‘hukum’ agama), yg pertama kali dituding adalah setan sebagai ‘subjek’ di luar dirinya, ‘setan’ dianggap penggoda. lha setan tidak pernah korupsi, tidak … Read Morepernah memperkosa, tidak pernah membunuh, tapi selalu jadi kambing hitam bagi tindakan buruk manusia, tanpa pernah diberi hak jawab tentang benar-tidaknya. korban terbanyak dari fitnah adalah setan…:)

Eka Mardika: semua masih memiliki kehendak…
karena memiliki kehendak itulah mereka ada…
disuatu saat semua kehendak itu hilang, DIA tidak akan ada lagi….

Edy Zaqeus
@ Pak Akhmad: Kalau saya pingin makan, pingin mandi, pingin hidup seneng, saya pingin korupsi, saya pingin mencuri, saya pingin tobat, apa itu bukan kehendak namanya ya…
@ Pak Edi: Tidak ada kehendak, tapi punya sifat, begitu ya Pak…
@ Pak Irwan: Apa itu berarti setan/malaikay itu tdk ada, atau setan itu ciptaan manusia, atau setan itu hanya sifat, atau…
@ Saroh: Berarti malikat tdk punya kehendak, setan membelokkan iman… Atas kehendak sendiri atau ditugasi, atau krn kutukan, atau krn fungsinya emang gitu…
@ Pak Djatmiko: Ini statement penting… setan maupun malaikat punya freewill (layaknya manusia?). Saya pingin tahu lbh jauh dasar-dasar premis ini Pak. Krn ini menyangkut pertanyaan besar lainnya hehehe…… Read More
@ Pak Eka: Ini juga menarik… semua mahluk. Kl binatang itu punya kehendak tidak ya, atau hanya naluri…instink. Sbb, sejauh ini saya masih mendasarkan pd pandangan bhw manusialah yg dikaruniai freewill.

Eka Mardika: hehehehehehe… itu karena kita ngga mengerti apa maksud mereka itu…
sama dengan yang orang bilang mukzizat, kita ngga tahu bagaimana itu terjadi karena itu kita mengatakannya sebagai mukzizat/keajaiban, tapi jika kita sudah mengetahui bagaimana kejadian/peristiwa/hal itu terjadi maka keajaiban/mukzizat itu sudah tidak ada lagi…

Edy Zaqeus: Kalau kalimat ini dijadikan spti ini, absah ndak: sama dengan yang orang bilang mukzizat (Tuhan), kita ngga tahu bagaimana itu terjadi karena itu kita mengatakannya sebagai mukzizat/keajaiban (Tuhan), tapi jika kita sudah mengetahui bagaimana kejadian/peristiwa/hal itu terjadi maka keajaiban/mukzizat (Tuhan) itu sudah tidak ada lagi…

Djatmiko Tanuwidjojo: premisnya sederhana saja mas: yang bisa berbuat baik atau sebaliknya berbuat jahat serta melakukan evaluasi dan pertimbangan etis atas perbuatannya itu hanya manusia…pertanyaan status mas edy sebenarnya juga berkaitan dengan pertanyaan abadi: freewill vs. predestinasi, good vs. evil…

Eka Mardika: sah mas edy…. dengan mengetahui muzizat/keajaiban tuhan itu maka kita akan lebih dapat mengetahui bagaimana seharusnya bertingkah laku…

Celine Nikita Lie: mnrt kepercyaan sy itu tergantung persaan jiwa mnusia itu krn persaan jiwa mnusia itu mempengaruhi lingkungannya, setan mewakili sifat jahat kt dan malaikat mewakili sifat baik kt, kl kt selalu mawas diri bersyukur maka perasaan jiwa kt akan menarik hal2 yg baik dan sebaliknya ..setan/iblis dan malaikat tdk pnya freewill krn mrk hanya akan bertindak krn will dr manusia itu sendiri disadari atau tidak disadari…

Edy Zaqeus
@ Pak Djatmiko: Dari premis itulah kemudian ada pemahaman bhw manusia memang makhluk yg lbh tinggi derajatnya dr makhluk Tuhan lainnya. Tp berdasarkan statement setan & malaikat adl (naya) proyeksi pikiran manusia, sy justru khawatir, entitas setan & iblis itu ada tidak? Apa hanya sebatas konsep? Silakan dilanjut…
@ Pak Eka: Jd tidak berarti bhw … Read Moremukjizat (Tuhan) itu tidak ada stl kita bisa memahami dan mengetahuinya kan Pak?
@ Celine: Mirip dg pandangan Pak Djatmiko, setan/malaikat adl proyeksi pikiran manusia. Jd bertanya lg soal eksistensi kedua makhluk ini …

Zee Cardin: Pada saat penciptaan manusia, terjadi dialog antara Tuhan, malaikat & iblis. Singkatnya malaikat mempertanyakan penciptaan manusia yg akan menjadi khalifah di bumi karena salah satu sifatnxa merusak, sedangkan iblis mengugat krn terbuat dari api yg lebih mulia drpd manusia dr tanah shg merasa lbh pantas. Tetapi pd saat diperintahkan menyembah … Read Moremanusia, malaikat patuh sedangkan iblis menolak. Disini tergambar, keduanya mempunyai keinginan tapi kepatuhan malaikatlah yg membuat dia spt tdk mempunyai free will.

Eka Mardika: kita akan tetap mengatakan sebagai mukjizat selama kita belum mengetahui bagaimana hal tersebut terjadi, setelah kita mengetahui kita akan mengatakan “… demikianlah adanya…”
itu akan terus bergulir seperti itu mas edy, sampai suatu saat kita mencapai “kedewasaan” :)…

Djatmiko Tanuwidjojo: sebenarnya, sejak kapan pemahaman tentang setan dan malaikat itu pertama kali hadir dalam sejarah manusia? dengan kalimat lain, genealogi dari kedua ‘subjek’ itu kapan dimulai dalam sejarah pemikiran manusia? kalau berdasarkan tafsir dari agama-agama samawi atau abrahamik (yahudi, kristen, islam), masih terhitung baru jika ditilik dari rentang … Read Moreperadaban manusia. apa yang terpikirkan oleh kita ttg kedua ‘subjek’ tadi (setan dan malaikat) lebih dipengaruhi oleh produksi diskursus dari agama-agama abrahamik. bagaimana pandangan kultur cina, india, suku-suku terasing di afrika, pedalaman amazon, dst. terhadap apa yang kita sebut sebagai “setan” dan “malaikat” atau yang paralel dg itu? belum lagi kalau diperhatikan perwujudan setan dan malaikat di pelbagai kultur tampaknya berbeda-beda, dengan partikularitas masing-masing.

Edy Zaqeus
@ Pak Zee: dari kisah-kisah dalam kitab suci memang tampak bahwa malikat/setan juga punya kehendak. tetapi saya pernah baca di sebuah buku agama, malaikat khususnya tdk berkehendak. tp saya sendiri meragukan, apa jadinya kl kedua makhluk tsb punya freewill…
@ Pak Eka: Kl dg contoh penggambaran teknologi dipahami sbg mukjizat oleh orang dr zaman … Read Moreberbeda, mgk masuk pak. tp kl mukjizat dlm pengertian2 filosofis, sekalipun sdh diketahui dan dipahami, mgk tdk serta merta dianggap tidak ada atau memang sudah demikianlah seharusnya.
@ Pak Djatmiko: Memang pemeranan dan penggambaran malaikat/setan di berbagai peradaban berbeda-beda. kl dari ananlisis teks kitab suci, penggambaran ttg setan/iblis dan malaikat mmg sdh ada sejak bagian2 awal kitab agama2 samawi. diskursus keagamaan menambah pemeranannya. tp dr berbagai hasil bacaan saya, tdk ada ketegasan apakah setan/iblis dan malaikat itu punya freewill atau tidak. kl punya, itu akan berkonsekuensi thd byk hal, termasuk kesahihan doktrin.

Djatmiko Tanuwidjojo: pada doktrin agama abrahamik, terlihat bahwa setan jelas punya freewill –kalau doktrin tersebut konsisten secara logis–, dia menolak bersujud tunduk pada manusia, atau dalam tradisi kristiani dikatakan sebagai ‘fallen angel’ karena memberontak. (tidak mau tunduk atau memberontak itu jelas sebuah freewill). sedangkan pada malaikat hanya disebut … Read Moresebagai kurir tuhan, tanpa memiliki freewill, ibarat mesin fotokopi. mengapa dikatakan demikian? sebab jika doktrin tsb mengatakan bahwa malaikat juga memiliki freewill, maka peristiwa pewahyuan sebagai transmisi ‘dei verbum’ menjadi dipertanyakan orisinalitasnya, dan itu berarti dasar semua agama abrahamik menjadi guyah-rapuh-rubuh…

Edy Zaqeus: Batul Pak… Saya pikir posisi malaikat lbh jelas, dia tidak punya freewill (walau saya pun bertanya-tanya, bisakah ini berubah?). sementara utk setan atau iblis atau lucifer atau apa pun namanya, sekalipun tampak punya freewill, saya masih meragukan klaimnya atau landasan doktrinalnya. jangan-jangan pemeranan setan/iblis seperti sekarang adl … Read Moresebuah fungsi dr suatu sistem, yg tdk bisa ditolak krn tidak adanya freewill. kl ada freewill, berarti pemeranan fungsinya spt skr bisa ditolak…. saya akan lanjut ke pertanyaan dlm status berikutnya. mhn trs mau jd teman diskusi saya.

Yohanes Bosco Hariyono: justru freewill-lah yg lyk memberikan status iblis/malaikat.

Edy Zaqeus: Berarti, dr premis ini, memang keberadaan mereka adalah hasil olah pikir manusia ya Pak. sbb, kitab suci menyatakan, mereka dua entitas yang berbeda dg fungsi bertolak belakang. atau bahasa lain yg lbh halus, kitab suci juga merupakan hasil olah pikir manusia atau setidaknya manusia punya kontribusi besar dlm membentuk isi kitab suci. nah lho…

Semoga diskusi berlanjut melalui note ini, dan kekayaan pikir dalam note ini tidak cepat hilang. Salam.ez

LANJUTAN DISKUSI STL MENJADI NOTE FACEBOOK 7 Sept-6 Des 09:

Aleysius Hanafiah Gondosari

Kalau dipikir-pikir, yang punya kehendak bebas cuma sang dalang, yaitu Tuhan, yang lainnya adalah pemain sandiwara dengan peran, tugas, dan improvisasi masing-masing. Manusia tugasnya menyempurnakan diri, setan tugasnya menggoda dan menyesatkan, malaikat tugasnya menolong. Jadi kalau manusia mau digoda, dia tinggal pergi ke wilayah setan. Kalau mau ditolong, dia tinggal pergi ke wilayah malaikat. Kalau mau usaha sendiri, ya, jalan saja sendiri, he..he..he..
Gusmul Mulyono

jangan-jangan malah dalangnya yang improvisasi pak aley, karena manusia dan aktor2 lainnya yang punya kehendak bebas… dan Sang Dalang hanya menyempurnakan lakonnya… xixixix..
Orpan Sibarani

menurut saya, free will dimiliki semua mahluk yang bisa membedakan baik buruk, benar salah, dsb. demikian jg iblis atau lucifer maupun malaikat.

Edy Zaqeus

@ Pak Aley: Kalau dipikir-pikir, bisa jadi begitu pak. Tentu saja freewill dlm artian sepenuhnya atau mutlak. Sbb kl manusia pastilah freewill ‘terbatas’, maksudnya bebas berkehendak sejauh menyangkut pilihan-pilihan yg sdh disediakan dr ‘sono’nya. bebas memilih mo jd apa, bebas milih dosa atau pahala, tp tdk bisa milih kelahiran dan kematian.
@ Gusmul: Pernyataan ini berkonsekuensi bwh Tuhan mgk saja bukanlah kausal eksklusif, bukan alfa omega….?
@ Orphan: Khusus utk malikat dan iblis, kl berdasarkan statement ini, berarti memungkinkan mereka berubah peran atau saling menggantikan peran masing-masing bukan… kl mereka punya kehendak bebas lho?
Orpan Sibarani

benar pak Edy, kalau tidak salah dalam kitab Wahyu (saya lupa ayatnya), Iblis menarik sepertiga malaikat menjadi pengikutnya. Jadi mereka memilih untuk mengikut, karena disana tidak ada penjelasan bahwa para malaikat yg mengikut itu mengikuti Iblis karena lebih kecil kemampuannya. Tp kalau kita ingat2 kembali, bukankah kita juga malaikat? Hahahha…
Prasetya M Brata

Wah .. ketinggalan saya .. sepengetahuan saya, akhirnya dua-duanya tidak punya free will .. karena will-nya sudah dipermanenkan sesuai peran job description masing2 .. sang setan tidak punya pilihan lain lagi selain menggoda manusia … kalau setan bertobat dan berbuat baik kepada manusia .. saya harus ganti pekerjaan …
Edi Syahputra

setan itu pada sebenarnya punya kehendak..dalam arti ada niat dan ada tujuan. Ketika Tuhan melaknatnya atas ketidakpatuhanya tehadap perintah tuhan utk menghormati adam, setan berjanji dan meminta izin kepada tuhan utk akan menggoda manusia smpi akhir jaman. kesimpulannya, setan punya kehendak yg lahir dari keinginannya utk menjerumuskan manusia sbg mnifetasi balas dendamnya atas hukuman ygdiberika tuhan kibat dari kesombongannya yang tdk mau hormat kepada manusia sbg mana perintah tuhan kepadanya. Dan tuhan memberikan izin persetjuan atas kehendak setan tersebut.
Edy Zaqeus

@ Mas Orphan: Wah, penasaran saya, tlg dibantu menemukan jejak ayat tersebut, krn ini sama sekali di luar dugaan dan imajinasi saya hehehe… Jika itu benar ada, itu luar biasa namanya hehehe…
@ Pak Pras: Memang, ini arus pemikiran yg dominan Pak. Scr doktrin agama2 samawi sepertinya persoalan ini sdh paripurna. spt diungkap Pak Djatmiko, jawaban positif atas pertanyaan ini berkonsekuensi runtuhnya doktrin. jd, yg tersisa hanya ruang2 kebebasan berpikir utk mencari pemahaman atau pencerahan pribadi melalui pikiran2 paling spekulatif sekalipun.
@ Pak Edi: Kesimpulannya, dr kacamata saya, ini bukan kehendak murni bukan pula freewill. ttp semacam ‘penugasan’ atau ‘pemfungsian’. sbb, setan/iblis tetap tdk bisa berkehendak di luar ‘penugasan’ atau ‘pemfungsian’ yg sdh ada. Kl manusia, kayaknya bebas deh mau jadi pengikut setan atau pengikut malaikat (dlm arti mengikuti firman Tuhan yg diwahyukan mll mrk).
Anang Yb

setan mustinya punya kehendak dan ikhtiar sebab mereka punya job desc. yang harus digenapi. Malaikat pun sama juga. Keduanya saling beradu dan saling susul soal kreatifitas.
Mirip Noordin M Top dengan Densus 88. Mungkin..
Edy Zaqeus

Itu sebabnya Mas Anang, kl pakai premis ini, maka setan/iblis bisa saja tobat dn menjalankan fungsi kenabian, kl dia berkehendak. sebaliknya, malaikat jg boleh pensiun dr tugas-tugasnya dan memilih apapun jobdesc dia yg baru, dg segala konsekuensinya. Hanya taruhannya memang premis ini akan meruntuhkan semua doktrin agama abrahamik, begitu kata Pak Djatmiko, dan saya setuju.
Maria Saumi

Setuju dengan beberapa teman diatas bahawa yg mpy kehendak adl Sang Maha Berkehendak itu sendiri. Krn dialah Sang Sutradara sesungguhnya. Kalo menurut saya pribadi..free will yg sebenarnya jg relatif, krn di dlm agama Islam contohnya, kita hrs percaya terhadap Qadha n Qadhar(takdir baik n buruk)..sy pernah berdiskusi dg ayah saya berarti kit hrs diem aja donk..lha wong sdh diatur kan?..tetapi Ayah/bapak saya jawabnya begini: Takdir itu bisa dibalas/dibalik dengan Takdir juga..caranya? Dengan berdoa, memohon kepadaNya tentunya..
Edy Zaqeus

Ya, arus besar memang menyatakan adanya freewill relatif yg dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Maria hya blm beropini thd kemungkinan freewill pada dua mahkluk yg saya tanyakan di atas. Kl menurutmu, apakah kedua makhluk ini juga punya takdir dan bisa membalikkan takdir juga?
Maria Agatha Catursari

mas Edy, menurutku Allah (dan para kudusNYA) hanya mampu mengasihi ciptaanNYA dan berkehendak baik (baik yg dilihat dgn kacamata Allah). Istilah baik yg dlm ukuran manusia msh relatif menurut ukuran siapa. Iblis hanya mampu berkehendak dan bertindak jahat. Manusia di anugerahi Allah kehendak bebas utk memilih berkehendak baik dan mengasihi Allah dan sesama, atau berkehendak dan berbuat jahat seperti iblis dg bermaksud jahat thd sesamanya dan bertindak melawan cintakasih. Kalau manusia yg diberi kemampuan dan kebebasan memilih antara keduanya, kemudian pilih yg jahat berarti dia bisa lebih jahat dari iblis. He he he ini pendapat bebasku lho mas ..
Edy Zaqeus

Nah, ini statement yg menarik juga; iblis hanya dikaruniai kehendak jahat, dan mungkin sebaliknya malaikat hanya dikaruniai kehendak baik. manusia di tengah-tengah. dr perspektif ini, memang jelas adanya ‘penugasan’ dan ‘fungsi’ dr makhluk2 ini. jd, kesimpulan dr statement ini, setan/iblis dan malaikat punya “kehendak ditentukan”, “kehendak tunggal…”, atau “kehendak terbatas”. ini spt membenarkan pandangan bhw sentral dunia adl manusia, sementara iblis/setan dan malaikat adl penggembiranya dlm pemeranan Opera Dunia ciptaan Allah (Sang Sutradara). Endingnya sudah pasti ketahuan ke mana, shg bagi ‘penikmat film sejati’ memang rasanya kurang menarik tontonannya.
Dwiatmo Kartiko

Maaf mas Edy, ikutan komen.
Setelah sy merenungi hidup ini, sebenarnya setan dan malaikat itu gak ada. Itu hanya rekaan nenek moyang kita untuk meden-medeni orang-orang yang urip sak karepe dewe. Hidup yang sebenarnya itu ya ORA ONO OPO-OPO atau energi kwantum, segala kemungkinan bisa terjadi.
Malaikat tidak selalu tampil berwajah cantik dengan baju putih bersih, tetapi dia bisa muncul dalam bentuk seorang pengemis yang menolong anak terlantar yang sakit. Sementara setan tidak selalu tampil menyeramkan, namun setan bisa muncul sebagai orang yang ngganteng kaya raya yang sedang menganiaya pembantunya.
Jadi pikiran kitalah yang memunculkan malaikat atau setan. Sak janjane kuwi ora ono. Maksudnya, malaikat dan setan itu ada di pikiran kita, tinggal kita mau mereka-reka cerita seperti apapun tentang keduanya, terserah, itu benar semuanya. Lha wong gur critane. Ketoke begitu, mas.
Edy Zaqeus

Tdk perlu pakai maaf Pak kalau mau ikutan komentar, justru sangat diundang he3x. Pandangan Anda mirip dg pandangan Pak Djatmiko, bhw eksistensi setan/iblis dan malikat adl proyeksi pikiran manusia sendiri ttg dikotomi peran baik dan buruk. Sementara dr perspektif lain, keberadaan atau eksistensi kedua makhluk itu memang bisa dideteksi dengan satu … dan lain cara. Kitab Suci pun mengonfirmasi keberadaan mereka. Seorang sahabat bisa menjelaskan dimensi-dimensi mereka, juga frekuensi eksistensinya. Nantikan saja bukunya.
Maria Agatha Catursari

ha ha ha mas Edy…gud, ujung2nya marketing buku juga. Bravo!
Hendra Suhendra

kita sepakat agama,kepercayaan dan keyakinan apapun bahwa malaikat dan setan adalah mahluk yang meliki sifat yang berbeda, untuk dijadikan cermin dalam berpilaku.