Macibaku (masyarakat cinta baca dan bagi buku) pada prinsipnya adalah sebuah spirit dari gerakan untuk meningkatkan budaya baca masyarakat denga cara menjadikan pemberian/penghadiahan buku sebagai kebiasaan yang berkembang dan meluas di masyarakat.

Setiap pribadi atau kelompok yang bersepakat dengan visi dan misi Macibaku Indonesia dipersilakan untuk membentuk kelompok Macibaku sendiri di daerah atau komnitasnya masing-masing. Untuk menjaga agar kegiatan macibaku-macibaku ini tetap dalam semangat dan koridor Macibaku Indonesia, maka dirumuskan kode etik sebagai berikut:

1. Semua kegiatan Macibaku tidak boleh dikaitkan dengan kepentingan atau kegiatan politik.

2. Macibaku hanya menerima sumbangan dalam bentuk buku dan semua kegiatan Macibaku tidak boleh diarahkan untuk mendapatkan sumbangan dalam bentuk uang.

3. Setiap kelompok atau unit Macibaku hasil inisiatif pribadi atau kelompok harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kegiatan yang mereka adakan.

4. Untuk kepentingan menjalankan aktivitas macibaku dan kampanye cibaku, kelompok-kelompok macibaku diperkenankan menggunakan logo macibaku atau menambahkan nama macibakunya ke logo induk Macibaku Indonesia.

5. Semua buku yang masuk dari para dermawan harus disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan serta harus dipertanggungjawabkan kepada pihak penyumbang.

6. Kelompok-kelompok macibaku di daerah diminta untuk mendaftarkan nama dan pengelolanya serta diharuskan memberi laporan kegiatan ke Macibaku Indonesia.

7. Keluarga besar Macibaku diminta untuk terus-menerus mencari cara-cara kreatif dalam menjalankan aktivitas Macibaku.

8. Keluarga besar Macibaku diminta untuk terus-menerus ikut mengampanyekan program-program Macibaku Indonesia.

9. Keluarga besar Macibaku diminta untuk terus-menerus bekerjasama dengan semua pihak demi terealisasinya visi dan misi Macibaku.

10. Keluarga besar Macibaku diminta untuk terus-menerus dan konsisten mendorong setiap pemerintahan daerah atau kepala daerahnya untuk terus berusaha keras meningkatkan minat baca masyarakatnya.

11. Bermacibaku adalah kegiatan nonprofit dan semata-mata ditujukan untuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

12. Setiap acara atau kegiatan Macibaku harus didokumentasikan dan disebarluaskan (diekspose) melalui saluran-saluran komunikasi masyarakat seperti Facebook, Twiter, blog, website, maliling list, dll, dengan tujuan meningkatkan efek kampanye macibaku.

13. Setiap macibakuer (aktivis/pelaku macibaku) memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan para macibakuer baru atau kelompok-kelompok macibaku baru.

14. Dalam konteks aktivitas macibaku, para macibakuer diharapkan mampu menjadi contoh atau role model bagi masyarakat.

15. Macibaku adalah spirit dan kegiatan untuk dan oleh semua golongan masyarakat tanpa memandang perbedaan idiologi, suku, agama, dan ras. Macibaku bersemangat Bhineka Tunggal Ika.

Demikian Kode Etik Macibaku yang akan dikembangkan dan disesuaikan seiring dengan perkembangan aktivitas Macibaku.[www.macibaku.com]